4 Korban Meninggal akibat Speedboat Terbalik di Bulungan Ditemukan, Gubernur dan Kapolda Pantau Langsung Proses Pencarian

Senin, 10 Februari 2025 08:14 WITA
Oplus_131072

BULUNGAN, tanjungselor.id – Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan akhirnya membeberkan kronologi kejadian terbaliknya speedboat Iqza Express di perairan Sungai Temangga SP 6 Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (10/02/2025).

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, melalui Ps Kasi Humas Iptu Magdalena Lawai mengungkapkan, sesuai keterangan saksi yang dihimpun, kecelakaan air ini terjadi pada sekira pukul 13.15 Wita.

Lokasi kejadian di perairan Sungai Temangga–terusan dari Sungai Kayan, tepatnya di kawasan SP 6 Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan.

Speedboat yang memuat kurang lebih 40 penumpang (sesuai data kepolisian) ini, terbalik dan tenggelam setelah diduga menabrak kayu tepatnya di Sungai Temangga.

Speedboat dengan kekuatan 2 mesin itu, oleng ke kiri dan langsung tenggelam (terbalik).

Disebutkan, semua penumpang yang berada dalam satu speedboat yang terbalik Senin (10/02/2025) adalah satu kerabat.

Mereka rombongan dengan menggunakan dua unit speedboat ke Kampung Tias di Tanjung Palas Tengah, Bulungan.

Para penumpang tersebut rata-rata berdomisili di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Mereka ke Kampung Tias untuk menghadiri acara pernikahan di tempat keluarga.

Disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Bulungan Iptu Magdalena Lawai, peristiwa kecelakaan terjadi, ketima para penumpang tersebut hendak kembali ke Berau, melalui Tanjung Selor.

Mereka bertolak dari tempat acara pernikahan, selepas shalat dzuhur, atau sekira pukul 12.30 Wita. Dengan menggunakan 2 speedbuat, bernama Ikbal dan Iqza Express.

Nahas, satu speedboat yang berukuran lebih besar dengan penumpang 40 orang, mengalami kecelakaan. Terbalik setelah diduga menabrak kayu.

Hingga pukul 19.30 Wita, sesuai update data di Polresta Bulungan, disebutkan ada 4 korban meninggal dunia.

Keempat korban telah dievakuasi, dan saat berita ini dilansir masih berada di ruang mayat RSD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.

Tiga korban meninggal terlebih dahulu ditemukan pada siang hari, beberapa saat setelah kejadian. Yaitu atas nama Hj Andi Tinja (80 tahun), warga Kampung Lempake, Kecamatan Biatan, Berau, Kaltim. Kemudian atas nama Meme (35 tahun) warga Kecamatan Sumurut, Berau, dan ketiga Hj Petanminnong (63 tahun), dengan alamat Merancang Hulu, Kecamatan Gunung Tabur, Berau. Ketiganya berjenis kelamin perempuan.

Sekira pukul 16.30 Wita, kembali ditemukan korban meninggal, dan petang sekira pukul 19.00 Wita telah dievakuasi ke rumah sakit. Yaitu atas nama Andi Herawati.

Dengan telah ditemukannya 4 korban meninggal, sesuai data di kepolisian masih ada tiga korban lagi yang belum ditemukan. Yaitu atas nama Azka, Dafid (5 tahun) dan Andi Badi.

Sementara itu, Kapolda Kaltara Irjen Pol Hadi Sudwijanto langsung melakukan pemantauan proses pencarian korban dan evakuasi di lokasi kejadian.

Tak berselang lama, gubernur Kaltara H Zainal A Paliwang juga melakukan pantauan langsung ke lokasi kejadian. Dengan menggunakan speedboat, gubernur memantau langsung bagaimana para Tim SAR melakukan pencarian.

Dalam keterangannya Kapolda menyampaikan, Polri bersama Tim SAR masih melakukan pencarian di lokasi kejadian. Korban selamat katanya telah dievakuasi. Begitu pun korban yang meninggal dunia. Polisi belum menyimpulkan apa penyebab kecelakaan, sementara masih fokus pada evakuasi korban. (*)

Bagikan:
Berita Terkait