BULUNGAN, tanjungselor.id – Sebanyak 46 ekor burung dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Kebun Raya Bundayati Bulungan. Pelepasliaran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus penguatan fungsi kawasan konservasi.
Kegiatan tersebut melibatkan BKSDA Kaltara, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilker Bandara Juwata serta UPTD KPH Bulungan. Pelepasan satwa disaksikan langsung Bupati Bulungan, Syarwani, didampingi Sekda Bulungan H. Risdianto, Kepala DLH dan Disperta Bulungan.
Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelepasliaran satwa di kawasan Kebun Raya Bundayati. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkaya keanekaragaman satwa di wilayah tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan pelepasliaran satwa ini. Diharapkan dapat menambah koleksi satwa di kawasan Kebun Raya Bundayati,” kata Syarwani, Rabu (1/4/2026.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perburuan liar, khususnya terhadap satwa yang dilindungi. Menurutnya, menjaga kelestarian satwa merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perburuan, terutama terhadap satwa yang dilindungi, untuk menjaga ekosistem tetap seimbang,” tegasnya.
Adapun total burung yang dilepasliarkan dari hasil sitaan BKSDA Kaltara sebanyak 46 ekor, terdiri dari pleci 3 ekor, kepodang hutan 2 ekor, tali mayit 6 ekor, cililin 21 ekor, serta kapas tembak 14 ekor.
“Pelepasliaran ini diharapkan mampu mendukung pemulihan populasi satwa liar sekaligus memperkuat peran Kebun Raya Bundayati sebagai pusat konservasi, edukasi dan penelitian di Kabupaten Bulungan,” bebernya.
Dengan sinergi berbagai pihak, Pemda Bulungan optimistis upaya pelestarian lingkungan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam,” pungkasnya. (int)





