Bupati Syarwani Targetkan Tahun Ini Sudah Ada Perda, Tetapkan 5.100 Hektare sebagai Lahan Pertanian Berkelanjutan di Bulungan

Kamis, 28 Agustus 2025 04:38 WITA

BULUNGAN, tanjungselor.id – Bupati Bulungan Syarwani menargetkan, tahun ini Pemerintah Kabupaten Bulungan telah memiliki Peraturan Daerah (Perda), tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Terbitnya Perda ini, nantinya akan menjadi pendukung Peraturan Bupati (Perbup) Bulungan Nomor 35 Tahun 2022.

Dikatakan Syarwani, pembentukan Perda yang kini tengah digodok, sebelum diajukan ke DPRD, merupakan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Bupati Syarwani mengatakan, sesuain data Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan, total lahan yang sudah dipetakan untuk LP2B mencapai 5.100 hektare. Dengan cakupan utama kawasan lahan persawahan.

“Mudah-mudahan tahun ini Perda bisa kita selesaikan. LP2B ini kita tetapkan untuk memastikan lahan pangan strategis di Bulungan tetap terjaga,” kata Syarwani, Selasa (26/8/2025).

Pengembangan pertanian di Bulungan, kata Syarwani mendapat dukungan kuat dari pusat. Bahkan pada Juni 2025 lalu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Bulungan dan memberikan alokasi 4.100 hektare untuk program optimalisasi lahan pertanian.

“Ini bentuk perhatian besar dari Kementerian Pertanian untuk Bulungan,” ungkapnya.

Syarwani menegaskan, program ketahanan pangan di Bulungan tidak hanya berbicara soal sawah. Namun ada perkebunan, peternakan, hingga perikanan.

Pola pertanian masyarakat adat dan pedalaman yang masih mempraktikkan sistem perladangan berpindah juga perlu diperhatikan.

“Budaya masyarakat kita, khususnya warga pedalaman, memiliki siklus empat tahunan dalam sistem perladangan. Kita dorong agar tetap menjaga keseimbangan, meski ada pembukaan lahan. Prinsipnya, baik sawah maupun ladang, semua kita kelola agar berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan langkah tersebut, Pemkab Bulungan berharap penguatan LP2B bisa menjadi landasan strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan kearifan lokal. Sehingga tidak hanya terkosentrasi pada lahan persawahan.

“Penguatan LP2B ini diharapkan menjadi pondasi strategis menjaga ketahanan pangan Bulungan sekaligus melestarikan kearifan lokal,” imbuhnya. (/adv)

Bagikan:
Berita Terkait