Tingkatkan Daya Saing dan Produktifitas Perikanan, Bupati Syarwani Beri Semangat untuk Nelayan di Bulungan

Jumat, 7 November 2025 05:43 WITA

BULUNGAN, tanjungselor.id – Risiko nelayan saat melaut di perairan begitu tinggi. Untuk itu, perlu ada peningkatan yang harus dilakukan agar keselamatan nelayan lebih terjaga. Untuk itu, setiap nelayan diwajibkan memiliki Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN).

Bupati Bulungan, Syarwani menyatakan, dengan keberadaan sertifikasi ini, para nelayan tidak hanya diakui secara formal atas keahlian dan keterampilannya, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas dalam sektor perikanan.

“Perikanan merupakan salah satu sektor vital yang diharapkan dapat memainkan peran penting dalam perekonomian

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut menjadi prioritas bersama.

Melalui sertifikasi ini, diharapkan para nelayan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan kegiatan penangkapan ikan yang berkelanjutan, aman dan efisien.

“Saya berharap para nelayan yang mengikuti sertifikasi ini akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan mengembangkan diri,” ungkap Syarwani.

Ia mengingatkan bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh akan sangat berguna dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, bupati juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas nelayan,” bebernya.

Melalui program sertifikasi ini, diharapkan akan tercipta para nelayan yang profesional, berdaya saing dan mampu berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan daerah.

Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga berupaya meningkatkan kesadaran nelayan akan keselamatan diri di atas kapal, terutama dalam melaksanakan pekerjaannya.

Nelayan rentan mengalami berbagai kecelakaan di kapal, di mana alat keselamatan yang ada tidak dipakai karena kurangnya pengetahuan nelayan untuk menggunakan alat tersebut,” ungkapnya.

Oleh karena itu, melalui Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) ini, diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan keterampilan para nelayan sehingga tidak hanya hasil tangkapannya yang meningkat, namun juga kegiatan penangkapan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan keselamatan yang berlaku.

“Langkah ini selaras dilaksanakan untuk mendukung implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur dan pengembangan kampung nelayan maju,” bebernya.

Dijelaskan, SKN merupakan sertifikasi keterampilan bagi awak kapal perikanan untuk nakhoda pada kapal perikanan berukuran sampai dengan 5 gross tonnage (GT) atau kelasi (deckhand) yang bekerja pada kapal perikanan berukuran lebih dari 5 GT sampai dengan 30 GT.

“Hari ini (kemarin, Red) ada 65 orang nelayan yang mengikuti bimtek SKN,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait