BULUNGAN, tanjungselor.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Bulungan mulai bergulir. Bupati Bulungan, Syarwani, turun langsung memantau jalannya asesmen di SD Negeri 001 Tanjung Selor, Senin (27/4/2026).
Didampingi jajaran Dinas Pendidikan serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), bupati meninjau pelaksanaan TKA gelombang ketiga yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa hadir langsung bersama Dinas Pendidikan dan BPMP untuk melihat pelaksanaan tes kemampuan akademik di SDN 001 Tanjung Selor,” ujarnya di sela peninjauan.
Syarwani menjelaskan, pelaksanaan TKA tahun ini telah berbasis digital. Para siswa mengerjakan soal menggunakan perangkat Chromebook melalui aplikasi yang telah disiapkan, sebagai bagian dari transformasi digital di sektor pendidikan.
“Pelaksanaan tes sudah menggunakan fasilitas pembelajaran berbasis digital, termasuk penyampaian soal melalui aplikasi Chromebook,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah peserta TKA tingkat SD di Kabupaten Bulungan tahun ini mencapai 3.183 siswa. Tes ini difokuskan untuk mengukur kemampuan dasar siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
“TKA ini bukan untuk menentukan kelulusan, tapi untuk memetakan kemampuan akademik siswa. Hasilnya akan membantu guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran ke depan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, terdapat dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Hari pertama difokuskan pada numerasi, sementara hari kedua pada literasi. Masing-masing mata pelajaran dikerjakan dengan durasi lebih dari 170 menit.
Syarwani mengaku optimistis siswa mampu menyelesaikan soal dengan baik. Ia menilai pihak sekolah telah melakukan persiapan matang, termasuk penguatan materi sebelum pelaksanaan.
“Saya yakin anak-anak kita mampu. Guru-guru sudah memberikan penguatan, tinggal bagaimana siswa menyesuaikan dengan sistem dan waktu pengerjaan,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan dalam pelaksanaan tes berbasis digital, terutama kemampuan membaca cepat dan berpikir dalam waktu terbatas.
Selain itu, dukungan infrastruktur digital menjadi perhatian penting, khususnya bagi sekolah di wilayah terpencil. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang.
“Untuk daerah blank spot, kita fasilitasi jaringan seperti Starlink dan PISAT. Termasuk dukungan perangkat seperti TV pintar untuk pembelajaran,” ungkapnya.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan pelaksanaan TKA dapat berjalan tanpa kendala berarti. Meski sistem yang digunakan tidak sepenuhnya online, akses perangkat digital tetap menjadi faktor kunci.
“Sampai saat ini kita harapkan tidak ada kendala, khususnya jaringan. Kita doakan pelaksanaan dua hari ini berjalan lancar,” tambahnya.
Ia menegaskan, peran guru sangat vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bulungan.
“Terima kasih kepada seluruh guru SD dan SMP di Bulungan. Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya tes, tapi bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan,” tutupnya. (*)





