BULUNGAN, tanjungselor.id – Pascakebakaran hebat yang melanda Kantor Bupati Bulungan di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, suasana duka dan ketegangan masih terasa kuat di pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan, Kamis (21/5/2026) pagi. Garis polisi membentang di sejumlah sisi bangunan yang hangus terbakar, sementara aroma sisa kebakaran masih menyelimuti area kantor yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas pemerintahan tersebut.
Di tengah proses sterilisasi lokasi, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy turun langsung meninjau tempat kejadian perkara (TKP). Kehadiran orang nomor satu di Polda Kaltara itu menegaskan keseriusan aparat dalam mengungkap penyebab kebakaran yang mengejutkan masyarakat Kaltara tersebut.
Kapolda didampingi Kapolresta Bulungan Kombes Pol. Rofikoh Yunianto, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltara Kombes Pol. Yudhistira, serta sejumlah pejabat utama Polda Kaltara. Mereka memantau langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat kobaran api pada Rabu malam (20/5).
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas kepolisian tampak bersiap melakukan olah TKP. Aliran listrik di area gedung masih dipadamkan demi alasan keamanan dan mendukung proses investigasi. Aktivitas pemerintahan di sekitar lokasi juga terlihat terbatas pascakejadian tersebut.
Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menjelaskan, proses pemadaman berlangsung cukup panjang dan dramatis. Kobaran api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 00.00 Wita setelah petugas pemadam kebakaran dibantu aparat kepolisian, TNI, dan unsur terkait berjibaku selama berjam-jam di lokasi kejadian.
“Setelah pemadaman selesai, dilakukan pendinginan. Pagi ini kami mulai mempersiapkan proses olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar Kapolda saat memberikan keterangan di lokasi.
Untuk memastikan penyelidikan berjalan maksimal dan berbasis investigasi ilmiah, Polda Kaltara juga mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Jawa Timur. Tim tersebut dijadwalkan tiba pada Jumat pagi untuk melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh di area kebakaran.
Menurut Kapolda, keterlibatan Tim Labfor sangat penting guna mengidentifikasi sumber api dan penyebab utama kebakaran secara detail. Pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi dasar utama dalam menyimpulkan penyebab insiden tersebut secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menunggu tim Labfor datang besok pagi agar proses identifikasi penyebab kebakaran bisa dilakukan lebih detail,” katanya.
Meski kebakaran menyebabkan kerusakan cukup besar pada bangunan kantor pemerintahan itu, Kapolda memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Fokus utama aparat saat ini masih tertuju pada proses penyelidikan, pengamanan lokasi, serta memastikan area tetap steril selama pemeriksaan berlangsung.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Sekretaris Daerah masih melakukan pendataan terkait total kerugian material dan aset daerah yang terdampak. Sejumlah dokumen penting dan fasilitas kantor disebut ikut terdampak akibat kebakaran tersebut.
Penanganan kasus ini dilakukan secara berjenjang oleh Polresta Bulungan dengan dukungan penuh dari Polda Kalimantan Utara, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab kebakaran.
Kebakaran Kantor Bupati Bulungan sendiri menjadi perhatian luas masyarakat Kalimantan Utara. Selain karena bangunan tersebut merupakan pusat administrasi pemerintahan daerah, insiden ini juga memunculkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap pelayanan publik dan roda pemerintahan di Kabupaten Bulungan ke depan.
Di balik puing bangunan yang menghitam dan ruang-ruang kantor yang rusak akibat jilatan api, aparat kini berpacu dengan waktu untuk mengungkap fakta sebenarnya dari peristiwa yang mengguncang pusat pemerintahan Bulungan itu. (*)





