Arsip dan Dokumen Penting di Kantor Bupati Bulungan Ikut Terbakar, Sekda Pastikan Pelayanan tetap Berjalan

Kamis, 21 Mei 2026 05:15 WITA

TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Kebakaran hebat yang melanda Kantor Bupati Bulungan di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, Rabu malam (20/5/2026), tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik pada bangunan pusat pemerintahan itu. Peristiwa tersebut juga berdampak pada aktivitas birokrasi, pelayanan administrasi, hingga keberadaan sejumlah dokumen penting milik pemerintah daerah.

Hingga Kamis (21/5/2026), garis polisi masih terpasang di sejumlah titik gedung yang terbakar. Aroma sisa kebakaran masih tercium menyengat, sementara aliran listrik di kawasan kantor belum kembali dinyalakan demi mendukung proses penyelidikan dan alasan keamanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, H. Risdianto, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Petugas gabungan baru berhasil mengendalikan api sekitar pukul 00.00 Wita sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Pemadaman berlangsung sampai sekitar pukul 12 malam, kemudian dilanjutkan proses pendinginan,” kata Risdianto.

Menurut dia, kebakaran mengakibatkan sejumlah ruangan vital di lingkungan Sekretariat Kabupaten Bulungan mengalami kerusakan cukup serius. Di antaranya ruang kerja Bupati Bulungan, ruang Wakil Bupati, ruang Sekretaris Daerah, hingga ruang para asisten pemerintahan.

Meski demikian, pemerintah daerah masih belum dapat memastikan secara rinci jumlah keseluruhan ruangan yang terdampak karena proses identifikasi masih berlangsung.

“Ruangan yang terdampak sementara ini di antaranya ruang bupati, wakil bupati, sekda dan ruang para asisten. Pendataan masih dilakukan,” ujarnya.

Selain kerusakan bangunan, sejumlah arsip dan dokumen penting milik pemerintah daerah juga dilaporkan ikut terbakar. Saat ini, tim internal pemerintah bersama aparat terkait masih melakukan identifikasi terhadap dokumen yang terdampak dalam peristiwa tersebut. “Dokumen negara ada yang ikut terbakar. Sekarang masih diidentifikasi apa saja yang terdampak,” kata Risdianto.

Pemerintah daerah memastikan saat kebakaran terjadi tidak ada aktivitas pegawai di dalam gedung. Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh aktivitas perkantoran telah berakhir sebelum api muncul pada Rabu malam.

“Tidak ada aktivitas pegawai saat kejadian karena kebakaran terjadi malam hari,” ucapnya.

Untuk mendukung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan kepolisian, Pemerintah Kabupaten Bulungan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) khusus bagi pegawai di lingkungan Sekretariat Kabupaten mulai Kamis hingga Jumat, atau sampai proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Meski kantor pusat pemerintahan terdampak kebakaran, Risdianto memastikan pelayanan administrasi dan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. Pemerintah daerah, kata dia, akan memaksimalkan fasilitas di masing-masing perangkat daerah agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Pelayanan publik tetap berjalan normal. Sementara operasional akan memanfaatkan fasilitas yang ada di perangkat daerah lainnya,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian. Polda Kalimantan Utara sebelumnya telah menyatakan akan mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Jawa Timur guna membantu proses investigasi secara ilmiah.

Di sisi lain, peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian luas masyarakat Kalimantan Utara. Selain karena gedung tersebut merupakan pusat administrasi pemerintahan daerah, muncul pula kekhawatiran terkait dampaknya terhadap stabilitas pelayanan pemerintahan dan keamanan dokumen negara. (*)

Bagikan:
Berita Terkait