Bupati Ibrahim Ali Turun ke Sawah Bersama Petani, Desa Sengkong Jadi Simbol Semangat Ketahanan Pangan Tana Tidung

Sabtu, 1 Agustus 2026 05:57 WITA

TANA TIDUNG, tanjungselor.id – Hamparan sawah hijau di Desa Sengkong, Kabupaten Tana Tidung, menjadi potret nyata semangat membangun ketahanan pangan dari desa. Di tengah lahan yang masih basah usai diguyur hujan, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, memilih tidak sekadar menjadi penonton. Ia turun langsung ke sawah bersama para petani untuk menanam padi menggunakan metode Tanam Benih Langsung (TBL) maupun metode tanam tradisional, Kamis (30/7/2026).

Momen tersebut menjadi gambaran eratnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa sekat, kepala daerah bersama para petani bekerja berdampingan, menanam harapan baru bagi terwujudnya kemandirian pangan di Kabupaten Tana Tidung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Selain mendorong peningkatan produktivitas hasil panen, langkah tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Di lokasi yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, turut ambil bagian dalam Gerakan Menanam Cabai bersama TP PKK Desa Sengkong. Gerakan tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi melalui stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan.

Dalam sambutannya, Bupati Ibrahim Ali menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sengkong yang dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi di sektor pertanian. Menurutnya, kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa sebagai fondasi pembangunan.

“Saya mengapresiasi Kepala Desa Sengkong yang terus berinovasi membangun sektor pertanian. Semangat seperti inilah yang kita harapkan, karena kemajuan daerah berawal dari kemajuan desa. Jika desa mampu mandiri dan produktif, maka Kabupaten Tana Tidung juga akan semakin kuat,” ujar Ibrahim Ali.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian melalui berbagai program yang berpihak kepada petani. Baginya, pertanian bukan sekadar sektor penghasil pangan, tetapi juga penopang ekonomi masyarakat serta investasi strategis bagi masa depan daerah.

Penerapan metode Tanam Benih Langsung (TBL) di Desa Sengkong diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu tanam, menekan biaya produksi, serta mendongkrak produktivitas lahan. Sementara itu, metode tanam tradisional tetap dipertahankan sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para petani.

Kehadiran pemerintah di tengah hamparan sawah juga menjadi suntikan motivasi bagi para petani. Kebersamaan yang terbangun memperlihatkan bahwa pembangunan sektor pertanian merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga para pemangku kepentingan.

Bupati berharap semangat yang tumbuh di Desa Sengkong dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tana Tidung untuk terus mengembangkan sektor pertanian melalui inovasi, kolaborasi, dan budaya gotong royong.

“Ketahanan pangan tidak dibangun dari kota, tetapi dimulai dari desa. Ketika petani sejahtera dan lahan terus produktif, maka masa depan Tana Tidung akan semakin kokoh,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Tana Tidung, Wakil Bupati Tana Tidung Sabri bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung Mharta Sabri, Dandim 0914/TNT, para kepala perangkat daerah terkait, Kepala Desa Sengkong beserta jajaran, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga Desa Sengkong yang bersama-sama memperkuat komitmen membangun ketahanan pangan dari desa menuju Tana Tidung yang lebih mandiri dan sejahtera.

Versi ini mengedepankan unsur human interest pada pembuka, alur berita yang lebih mengalir, serta menonjolkan nilai promotif pembangunan pertanian tanpa mengurangi prinsip jurnalistik dan keseimbangan informasi. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait