Disambut Tawa Balita dan Senyum Ibu-Ibu, Vamelia Ibrahim Hadir Menguatkan Harapan Generasi Tana Tidung

Selasa, 4 Agustus 2026 07:07 WITA

TANA TIDUNG, tanjungselor.id – Tawa riang anak-anak dan senyum para ibu menyambut kedatangan Pembina Posyandu Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., di Posyandu Anggrek Mandiri, Desa Gunawan, Senin (3/8/2026). Tanpa sekat, ia menyapa warga satu per satu, berbincang hangat dengan para orang tua, dan sesekali menggendong balita yang masih malu-malu berada di pelukan ibunya.

Suasana sederhana di Posyandu itu berubah menjadi penuh keakraban. Tidak ada jarak antara pejabat dan masyarakat. Vamelia membaur dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga para ibu yang datang membawa buah hati mereka untuk mengikuti pelayanan kesehatan.

Kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda pemerintahan. Ia ingin memastikan setiap anak di Tana Tidung memperoleh perhatian sejak dini sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, Vamelia memimpin pemberian kapsul Vitamin A kepada bayi usia 6–11 bulan dan balita usia 12–59 bulan. Ia juga menyerahkan bantuan makanan tambahan sebagai dukungan terhadap pemenuhan gizi anak-anak.

Bagi Vamelia, setiap kapsul Vitamin A yang diberikan memiliki makna besar. Di balik langkah sederhana itu tersimpan harapan agar anak-anak tumbuh sehat, memiliki daya tahan tubuh yang baik, terhindar dari gangguan penglihatan, serta berkembang secara optimal sesuai usianya.

“Anak-anak adalah aset terbesar daerah. Apa yang kita lakukan hari ini melalui Posyandu akan menentukan kualitas generasi Tana Tidung di masa depan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Di hadapan para orang tua, Vamelia mengajak mereka menjadikan Posyandu sebagai bagian dari rutinitas keluarga. Menurutnya, pelayanan Posyandu bukan hanya untuk anak yang sedang sakit, tetapi menjadi tempat terbaik memantau pertumbuhan, melengkapi imunisasi, memperoleh Vitamin A, hingga mendapatkan edukasi mengenai pola asuh dan gizi seimbang.

Pesan itu disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Sesekali ia mendengarkan cerita para ibu tentang perkembangan anak mereka, memberikan semangat, dan mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di desa.

Kedekatan itulah yang membuat suasana Posyandu terasa berbeda. Vamelia tidak hanya datang sebagai pembina, tetapi hadir sebagai sosok yang ingin mendengar, memahami, dan memberikan perhatian langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, menjaga kesehatan anak tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kebiasaan baik yang terus dipelihara, mulai dari pemberian makanan bergizi, lingkungan yang bersih, pemantauan berat dan tinggi badan secara berkala, hingga kasih sayang dan perhatian penuh dari keluarga.

Selain pemberian Vitamin A, bantuan makanan tambahan yang disalurkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemenuhan gizi bayi dan balita sebagai langkah nyata mencegah stunting sejak dini.

Vamelia menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan menyangkut kualitas tumbuh kembang anak yang akan memengaruhi kemampuan belajar, kesehatan, hingga produktivitas mereka di masa depan. Karena itu, intervensi melalui Posyandu harus terus diperkuat dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan keluarga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang tanpa lelah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, para kader memiliki peran besar dalam mendampingi orang tua, memberikan edukasi, sekaligus memastikan anak-anak memperoleh layanan kesehatan dasar secara berkelanjutan.

Bagi Vamelia, perhatian terhadap ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Anak-anak yang hari ini hadir di Posyandu adalah generasi yang kelak akan melanjutkan pembangunan Tana Tidung.

“Mereka mungkin hari ini masih berada dalam gendongan orang tuanya. Namun, dari tangan-tangan kecil itulah masa depan Tana Tidung akan dibangun. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” tuturnya.

Dari Posyandu Anggrek Mandiri, sebuah pesan sederhana kembali menguat: membangun daerah tidak selalu dimulai dari proyek besar. Terkadang, masa depan justru dibangun dari ruang-ruang kecil seperti Posyandu, ketika seorang ibu mendapatkan pengetahuan tentang gizi, seorang balita menerima Vitamin A, dan masyarakat merasakan kehadiran pemimpin yang datang dengan kepedulian, ketulusan, dan hati yang dekat dengan rakyat.

Berita ini menonjolkan sisi humanis Vamelia Ibrahim tanpa berlebihan, dengan tetap menjaga objektivitas jurnalistik melalui penggambaran suasana, aktivitas, serta relevansi program kesehatan bagi masyarakat. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait