BULUNGAN, tanjungselor.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Karang Tigau menuju Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda), yang sekaligus sebagai Ex Officio BPBD Bulungan, H. Risdianto, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal. Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 507 hektare.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan proses pemadaman oleh tim gabungan berjalan di sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
“Kita baru tuntas melihat lokasi kebakaran di Karang Tigau menuju kawasan industri,” kata Risdianto, Kamis (20/8/2026).
Pemadaman Berlangsung hingga Dini Hari
Risdianto mengungkapkan, upaya pemadaman telah dilakukan sejak sore hari dengan menyasar sejumlah titik api, termasuk di Kilometer (Km) 5 dan Km 8.
Bahkan, proses pemadaman berlangsung hingga dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.40 Wita.
“Pemadaman dimulai sejak sore, di kilometer 5 dan kilometer 8 hingga pukul 02.40 Wita. Ini tugas bersama BPBD Bulungan, Dishut Kaltara dan perusahaan di kawasan industri,” ujarnya.
Informasi mengenai munculnya sejumlah titik api di wilayah Tanjung Palas Timur langsung ditindaklanjuti tim gabungan.
BPBD Bulungan bersama Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta perusahaan di kawasan industri bergerak melakukan pemadaman.
Menurut Risdianto, kolaborasi lintas instansi diperlukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, ada beberapa titik api di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur. Atas laporan itu, BPBD Bulungan bersama Dishut Kaltara, MPA dan perusahaan di kawasan industri berupaya memadamkan api,” jelasnya.
Dishut Kaltara Kerahkan 15 Personel
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltara, Maryanto, mengatakan pihaknya turut memperkuat tim di lapangan.
Sebanyak 15 personel dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Mereka terdiri dari delapan personel Dishut Kaltara dan tujuh personel KPH.
“Dari Dishut Kaltara ada delapan personel ditambah tujuh personel KPH, sehingga total 15 orang yang diturunkan,” ungkap Maryanto.
Selain personel, dua unit kendaraan pemadam juga diterjunkan ke lokasi untuk mendukung upaya pengendalian api.
Meski pemadaman telah dilakukan hingga dini hari, tim masih menemukan sejumlah titik api yang perlu segera ditangani.
“Dua unit pemadam dikerahkan dan kita sudah lihat bersama. Rencananya hari ini proses pemadaman akan dilakukan lagi karena masih ada ditemukan beberapa titik api,” tuturnya.
Pemantauan Diperketat
Tim gabungan memastikan penanganan tidak berhenti pada proses pemadaman. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali muncul.
Koordinasi antara BPBD Bulungan, Dishut Kaltara, KPH, MPA dan perusahaan di kawasan industri menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Evaluasi kondisi lapangan juga akan dilakukan setelah proses pemadaman untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Kami akan terus melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan sampai titik api benar-benar dapat dikendalikan,” pungkas Maryanto.





