TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong pengembangan esports sebagai bagian dari pembinaan prestasi generasi muda. Penyelenggaraan SMSI Kaltara Cup 2026 dinilai menjadi langkah konkret dalam membuka ruang bagi anak muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus menemukan talenta-talenta potensial di daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Muhammad Husni, saat mewakili Gubernur Kaltara pada pembukaan Grand Final SMSI Kaltara Cup 2026 di Cafe Bin Laden, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu (29/8/2026) malam.
Husni menegaskan, esports saat ini telah berkembang jauh melampaui aktivitas bermain gim. Sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan secara kompetitif, esports menuntut kemampuan strategi, konsentrasi, kedisiplinan, kerja sama tim, hingga ketangguhan mental.
“Esports sekarang sudah menjadi cabang olahraga resmi. Bukan hanya soal bermain gim, tetapi juga melatih kerja sama, disiplin, strategi dan mental bertanding,” kata Husni.
Menurutnya, perkembangan tersebut harus direspons dengan pembinaan yang serius dan terarah. Karena itu, kompetisi esports seperti SMSI Kaltara Cup tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sebagai bagian dari proses pencarian dan pembentukan atlet berprestasi.
Husni memberikan apresiasi kepada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltara yang telah menginisiasi turnamen Mobile Legends tersebut. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kompetisi menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem esports di Kaltara.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMSI Kaltara. Turnamen ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan potensi pemuda di bidang esports,” ujarnya.
Ia berharap kompetisi serupa dapat digelar secara berkelanjutan dengan cakupan yang semakin luas. Dengan demikian, Kaltara tidak hanya memiliki kompetisi esports, tetapi juga sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet muda berkualitas.
“Jangan berhenti hanya pada turnamen. Harapannya, dari kompetisi seperti ini muncul pemain-pemain berbakat yang nantinya mampu membawa nama Kaltara ke tingkat nasional,” kata Husni.
Diikuti 21 Tim
SMSI Kaltara Cup 2026 diikuti 21 tim dari sejumlah daerah. Babak penyisihan dilaksanakan secara daring, sementara babak delapan besar hingga grand final digelar secara luring di Tanjung Selor.
Pada partai puncak, Samseng Esport asal Bulungan berhadapan dengan The White Lotus dari Kabupaten Berau untuk memperebutkan gelar juara.
Pertandingan tersebut menjadi puncak persaingan setelah seluruh peserta melewati rangkaian kompetisi sejak babak penyisihan.
Ketua SMSI Kaltara Victor Ratu, melalui Bendahara Umum SMSI Kaltara Hendra Nur Rahman, menegaskan bahwa turnamen tersebut sejak awal tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang.
Menurut Hendra, SMSI Kaltara Cup juga dirancang sebagai ruang silaturahmi antarkomunitas esports sekaligus sarana mempertemukan pemain-pemain muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Esensi turnamen ini bukan hanya hasil pertandingan. Yang lebih penting adalah mempererat kebersamaan dan membuka kesempatan lahirnya bibit unggul pemain Mobile Legends di Kaltara,” ujar Hendra.
Ia mengakui tim yang mewakili perusahaan media anggota SMSI Kaltara hanya mampu melaju hingga babak delapan besar. Namun, hasil tersebut tidak mengurangi tujuan utama penyelenggaraan turnamen.
Bagi SMSI Kaltara, keberhasilan kompetisi tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari sejauh mana ajang tersebut mampu membangun sportivitas, memperluas jaringan komunitas, dan membuka ruang bagi pemain muda untuk berkembang.
Memasuki babak grand final, Hendra mengingatkan seluruh pemain agar tidak kehilangan semangat sportivitas dan tetap menghormati lawan.
“Kalian adalah yang terbaik dari yang terbaik. Tunjukkan permainan terbaik, tetap sportif, dan hormati lawan. Menang adalah bonus, tetapi kerja keras dan kehormatan dalam pertandingan adalah yang utama,” tegasnya.
KORMI: Esports Perlu Ruang Lebih Luas
Dukungan terhadap pengembangan esports juga disampaikan Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Bulungan, Adymas Putro Utomo.
Ia menilai perkembangan esports perlu mendapat ruang pembinaan yang lebih luas, terutama karena cabang olahraga tersebut memiliki basis penggemar yang kuat di kalangan generasi muda.
Menurut Adymas, kompetisi seperti SMSI Kaltara Cup memberikan manfaat lebih dari sekadar pertandingan. Para pemain dapat mengasah kemampuan teknis, membangun komunikasi dalam tim, sekaligus belajar menghadapi tekanan dan persaingan secara sehat.
“Esports seperti Mobile Legends merupakan olahraga prestasi yang membanggakan. Kegiatan seperti ini layak diteruskan karena bisa menjadi tempat lahirnya atlet-atlet muda,” ujar Adymas.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, komunitas esports, media, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten dinilai menjadi kunci agar potensi pemain muda Kaltara tidak berhenti pada level komunitas.
Dengan kompetisi yang rutin dan pembinaan yang berkelanjutan, esports di Kaltara diharapkan mampu berkembang menjadi ekosistem olahraga prestasi yang lebih kuat sekaligus membuka jalan bagi talenta-talenta muda daerah untuk bersaing di level nasional.
SMSI Kaltara Cup 2026 pun menjadi salah satu contoh bahwa esports bukan sekadar permainan, melainkan ruang kompetisi, pembinaan karakter, dan pencarian talenta muda yang berpotensi mengharumkan nama Kaltara. (dkisp)





