BULUNGAN, tanjungselor.id — Munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan, khususnya terhadap keselamatan masyarakat yang menggunakan transportasi sungai.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan, Khairul, mengimbau seluruh masyarakat, operator angkutan sungai, nakhoda, pengemudi kapal, serta pengguna transportasi air untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi udara yang berkabut dan berasap.
Menurut Khairu, kondisi kabut asap dapat mengurangi jarak pandang di perairan. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kapal atau perahu yang beraktivitas di jalur sungai pada pagi, malam hari, maupun saat jarak pandang mulai terbatas.
“Kami mengimbau masyarakat dan para pengguna transportasi sungai untuk mengutamakan keselamatan. Jika jarak pandang terbatas akibat kabut asap, jangan memaksakan perjalanan. Pastikan kondisi aman sebelum melanjutkan pelayaran,” ujar Khairul.
Dishub Bulungan juga mengingatkan para pengemudi dan nakhoda agar tidak hanya mengandalkan kecepatan dan pengalaman dalam berlayar. Penggunaan lampu navigasi, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi jarak pandang yang menurun.
Selain itu, operator transportasi sungai diminta memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berangkat serta memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sepanjang jalur pelayaran.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika kondisi perairan dan jarak pandang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan dengan aman, masyarakat diminta mempertimbangkan untuk menunda keberangkatan hingga kondisi kembali memungkinkan.
Khairu menegaskan bahwa keselamatan pengguna transportasi jauh lebih penting dibandingkan memaksakan perjalanan dalam kondisi yang berisiko.
“Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada memaksakan perjalanan yang dapat membahayakan keselamatan penumpang maupun awak kapal,” tegasnya.
Dishub Bulungan berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan apabila menemukan kondisi pelayaran yang berpotensi membahayakan.
Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla, sungai tetap menjadi jalur transportasi penting bagi masyarakat Bulungan. Karena itu, kewaspadaan bersama menjadi kunci agar aktivitas transportasi tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan. (*)





