NUNUKAN, tanjungselor.id – Pengembangan pendidikan vokasi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara mendapat dukungan fasilitas baru. Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Nunukan (PNN) resmi diresmikan pada Jumat (16/10/2026), sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran, keterampilan mahasiswa, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.
Peresmian yang berlangsung di Kampus PNN, Jalan Ujang Dewa, Kabupaten Nunukan, dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah, yang mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Juni Mardiansyah, Pemerintah Kabupaten Nunukan menyampaikan apresiasi atas hadirnya fasilitas pendidikan tersebut. Keberadaan laboratorium terpadu diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih aplikatif, meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa, serta mempersiapkan lulusan agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Menurut Bupati, gedung laboratorium tidak boleh sekadar menjadi tambahan infrastruktur kampus. Fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang praktikum, penelitian, dan pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri maupun potensi daerah.
“Gedung Laboratorium Terpadu ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Nunukan,” demikian pesan Bupati dalam sambutan yang dibacakan Juni.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen terus mendukung pengembangan sektor pendidikan, terutama pendidikan vokasi. Hal ini dinilai strategis untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah perbatasan.
Bupati juga mengajak seluruh sivitas akademika PNN untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut serta menggunakannya secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya mengajak seluruh sivitas akademika Politeknik Negeri Nunukan untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa, masyarakat, serta kemajuan Kabupaten Nunukan,” ujarnya.
Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tinggi, khususnya laboratorium, merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan kompetensi mahasiswa.
Ia menjelaskan, pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu PNN melalui sejumlah tantangan, termasuk proses pengurusan izin prinsip yang membutuhkan koordinasi serta pemenuhan berbagai persyaratan. Berkat kerja keras, komitmen, dan sinergi berbagai pihak, pembangunan gedung tersebut akhirnya dapat diselesaikan pada September 2026.
Menurutnya, peresmian ini harus menjadi momentum untuk melanjutkan pengembangan PNN secara berkelanjutan. Laboratorium perlu difungsikan sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik, penelitian terapan, inovasi, serta penguatan keterampilan profesional mahasiswa.
Optimalisasi fasilitas tersebut juga diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dan pembangunan wilayah perbatasan. Dengan demikian, lulusan PNN tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja.
“Saya berharap pembangunan laboratorium terpadu ini tidak menjadi titik akhir, melainkan menjadi salah satu langkah awal untuk pengembangan Politeknik Negeri Nunukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Empat Laboratorium Ditinjau
Usai prosesi peresmian, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau sejumlah fasilitas yang berada di Gedung Laboratorium Terpadu PNN.
Laboratorium yang ditinjau meliputi Laboratorium Teknik Alat Berat, Laboratorium Teknik Sipil, Laboratorium Simulasi Bisnis, serta Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan.
Keberadaan empat laboratorium tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembelajaran sesuai bidang keahlian mahasiswa, mulai dari kompetensi teknis, konstruksi, simulasi kegiatan bisnis, hingga pengolahan hasil perikanan.
Dengan fasilitas yang semakin memadai dan pemanfaatan yang optimal, Politeknik Negeri Nunukan diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan terampil, adaptif, dan siap bersaing, sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja serta pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan negara. (adv)





