Dua Tahun Irwan Sabri-Hermanus Pimpin Nunukan, 17 Arah Baru Perubahan Mulai Tunjukkan Hasil

Sabtu, 24 Oktober 2026 09:04 WITA

NUNUKAN, tanjungselor.id – Dua tahun kepemimpinan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama Wakil Bupati Hermanus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana program 17 Arah Baru Menuju Perubahan diterjemahkan menjadi pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Program yang mencakup infrastruktur, pendidikan, kesehatan, energi, pertanian, perikanan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut menjadi salah satu landasan pemerintah daerah dalam mendorong terwujudnya Kabupaten Nunukan yang inovatif, sejahtera, adil, dan mandiri.

Sejumlah program telah menunjukkan hasil konkret. Namun, beberapa agenda strategis masih membutuhkan percepatan, koordinasi lintas sektor, serta pengawalan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama warga di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Salah satu capaian yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Nunukan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 20 liter per detik di dua lokasi, dengan realisasi yang dilaporkan mencapai 100 persen.

Optimalisasi layanan air minum melalui jaringan perpipaan dan nonperpipaan juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap air bersih. Sementara itu, penyelesaian ganti rugi lahan untuk pembangunan Embung Lapri masih memerlukan tindak lanjut.

Persoalan air bersih sendiri menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari keberlanjutan layanan, jangkauan penerima manfaat, serta kepastian masyarakat memperoleh air bersih.

Infrastruktur Jadi Penopang Aktivitas Masyarakat

Di sektor infrastruktur, program pembangunan jalan usaha tani menjadi salah satu agenda yang menunjukkan realisasi signifikan.

Pada 2025, pembangunan jalan usaha tani ditargetkan sepanjang 142,6 kilometer dan dilaporkan terealisasi sepanjang 142,6 kilometer atau mencapai 100 persen.

Sementara itu, pembangunan, rehabilitasi, pemeliharaan, dan rekonstruksi jalan penghubung kecamatan serta desa ditargetkan sepanjang 46 kilometer, dengan realisasi mencapai 46,36 kilometer.

Capaian tersebut penting bagi masyarakat Nunukan, mengingat kondisi geografis dan sebaran permukiman yang luas membuat akses transportasi menjadi faktor penentu kelancaran mobilitas warga.

Jalan usaha tani yang memadai diharapkan dapat memangkas hambatan distribusi hasil pertanian, sedangkan jalan penghubung antardesa dan kecamatan berperan mendukung akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan pelayanan pemerintahan.

Selain pembangunan jalan, program satu kecamatan satu unit alat berat juga mulai direalisasikan melalui pengadaan lima unit ekskavator.

Keberadaan alat berat tersebut diharapkan mendukung kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di wilayah kecamatan. Meski demikian, pemerataan distribusi, kesiapan operasional, dan mekanisme pemanfaatannya tetap penting agar fasilitas tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pendidikan: Seragam Gratis, Beasiswa, dan Akses Internet

Di bidang pendidikan, program 17 Arah Baru Menuju Perubahan diarahkan untuk memperluas akses sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga.

Pemerintah Kabupaten Nunukan melaporkan penyaluran seragam sekolah gratis bagi peserta didik SD dan SMP telah mencapai 100 persen sesuai jumlah peserta didik pada tahun ajaran berjalan.

Program beasiswa bagi siswa dan mahasiswa berprestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu juga menunjukkan realisasi melampaui target.

Dari target 1.126 penerima, beasiswa dilaporkan menjangkau 1.148 orang atau sekitar 102 persen dari target.

Sementara itu, program satu sekolah satu Starlink untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan internet telah direalisasikan pada 72 sekolah dasar dan 17 sekolah menengah pertama.

Ketiga program tersebut menyasar persoalan yang berbeda, tetapi saling berkaitan: biaya pendidikan, kesempatan melanjutkan pendidikan, dan kesenjangan akses digital.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan pendidikan menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan, koneksi internet dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan belajar, serta program beasiswa berlangsung secara transparan dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan, pemerataan pendidikan bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan juga kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

Perumahan dan Kesehatan Jadi Perhatian

Di sektor perumahan, program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada 2025, pemerintah daerah menargetkan perbaikan 232 unit rumah dan melaporkan seluruh target tersebut terealisasi.

Program ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi keluarga penerima manfaat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian lebih layak dan aman.

Sementara itu, di bidang kesehatan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan fungsi dan manajemen rumah sakit daerah maupun rumah sakit pratama.

Salah satu langkah yang dilaporkan adalah perekrutan 11 dokter spesialis, terdiri atas enam dokter untuk Rumah Sakit Pratama Sebuku dan lima dokter untuk Rumah Sakit Pratama Sebatik.

Pemenuhan tenaga medis menjadi aspek penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan dokter spesialis.

Namun, keberhasilan penguatan layanan kesehatan tidak cukup diukur dari jumlah dokter yang direkrut. Ketersediaan fasilitas, kesinambungan pelayanan, pemerataan tenaga medis, dan kemudahan masyarakat memperoleh pengobatan juga perlu menjadi perhatian.

Listrik, Pertanian, dan Perikanan Perlu Terus Diperkuat

Pemerataan energi listrik menjadi agenda penting lainnya dalam 17 Arah Baru Menuju Perubahan.

Pemerintah daerah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk pembangunan PLTS komunal di wilayah yang belum memperoleh akses listrik secara optimal.

Pada 2025, pembangunan 13 unit PLTS komunal di Kecamatan Krayan Tengah dilaporkan telah direalisasikan.

Program energi tersebut menjadi penting mengingat kondisi geografis Nunukan yang memiliki wilayah pedalaman dan perbatasan dengan tantangan akses infrastruktur.

Selain energi, pemerintah daerah juga menempatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi masyarakat.

Program bantuan bibit, pupuk, mekanisasi pertanian, pengembangan kampung hortikultura dan palawija, hingga bantuan alat tangkap bagi nelayan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat.

Pengembangan kampung budidaya perikanan dan upaya menjaga stabilitas harga rumput laut juga menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Agar program tersebut memberikan dampak jangka panjang, dukungan pemerintah perlu disertai pendampingan teknis, akses pemasaran, penguatan kelembagaan kelompok usaha, serta kepastian penyerapan hasil produksi.

Dengan demikian, bantuan tidak berhenti pada penyerahan barang, tetapi berkembang menjadi peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

UMKM dan Desa Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi

Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sasaran program pembangunan daerah.

Melalui bantuan modal dan peningkatan keterampilan, pemerintah daerah berupaya memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Program satu desa satu program unggulan berbasis potensi lokal melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.

Pendekatan tersebut penting karena setiap wilayah di Kabupaten Nunukan memiliki potensi dan persoalan yang berbeda.

Program ekonomi yang berhasil di satu desa belum tentu dapat diterapkan dengan pola yang sama di desa lainnya. Karena itu, pemetaan potensi lokal, pengelolaan usaha yang profesional, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program.

Di sisi lain, efektivitas bantuan UMKM juga perlu dinilai dari perkembangan usaha penerima manfaat, peningkatan omzet, penciptaan lapangan kerja, serta kemampuan usaha bertahan setelah memperoleh dukungan pemerintah.

Capaian Harus Diikuti Penyelesaian Pekerjaan Rumah

Dua tahun kepemimpinan Irwan Sabri dan Hermanus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas secara menyeluruh.

Data capaian yang disampaikan pemerintah menunjukkan sejumlah program telah memenuhi target, khususnya pada pembangunan jalan usaha tani, jalan penghubung, perbaikan rumah, bantuan pendidikan, dan penyediaan akses internet di sekolah.

Namun, masih terdapat agenda yang membutuhkan penyelesaian, termasuk proses ganti rugi lahan Embung Lapri serta sejumlah rencana pengembangan infrastruktur energi.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan seluruh program yang telah direalisasikan benar-benar berfungsi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dalam konteks pembangunan wilayah perbatasan, keberhasilan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.

Ketersediaan air bersih, listrik yang andal, jalan yang layak, pendidikan yang terjangkau, layanan kesehatan yang memadai, serta kesempatan ekonomi merupakan kebutuhan yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga.

Karena itu, transparansi data capaian, evaluasi berkala, dan keterbukaan terhadap kritik masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan 17 Arah Baru Menuju Perubahan bukan semata-mata persentase realisasi program, melainkan sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Nunukan, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan. (*adv)

Bagikan:
Berita Terkait