NUNUKAN, tanjungselor.id – Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. Lebih dari itu, kegiatan kepramukaan juga dinilai memiliki potensi besar untuk melahirkan kreativitas, mengembangkan keterampilan, hingga menciptakan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi.
Hal tersebut menjadi perhatian Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, saat menghadiri penutupan Kemah Bakti Kreatif dan Inovatif Saka Widya Budaya Bakti Kwartir Daerah Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam pembinaan karakter dan kepemimpinan, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas sosial serta memperkenalkan kekayaan budaya dan produk makanan olahan.
Irwan Sabri menilai, kegiatan semacam ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan potensi generasi muda. Melalui Pramuka, peserta dapat belajar disiplin, membangun kepemimpinan, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, sekaligus mengasah kreativitas yang bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendorong kegiatan positif yang mampu membentuk generasi muda yang mandiri, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.
Produk Kreatif Jangan Berhenti di Pameran
Salah satu hal yang menjadi perhatian Bupati adalah produk makanan olahan yang diperkenalkan peserta. Produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan apabila didukung kualitas yang baik dan memenuhi persyaratan yang diperlukan.
Namun, kreativitas saja dinilai belum cukup. Produk yang dihasilkan juga harus memiliki standar kualitas, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta mampu mempertahankan mutu agar dapat bersaing di pasaran.
Irwan Sabri menyoroti pentingnya pemenuhan persyaratan produk, termasuk sertifikasi halal sesuai ketentuan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen.
Ia juga mengingatkan agar peserta tidak hanya bersemangat saat membuat dan memperkenalkan produk, tetapi mampu menjaga konsistensi produksi dan kualitasnya.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak sekadar menjadi pajangan dalam kegiatan kepramukaan, melainkan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat ekonomi.
Pramuka Juga Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Selain produk makanan olahan, kegiatan tersebut turut menampilkan berbagai unsur budaya Kalimantan, termasuk rumah adat dan kekayaan tradisi daerah.
Pengenalan budaya melalui kegiatan kepramukaan menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan identitas dan warisan budaya daerahnya sendiri.
Potensi budaya tersebut juga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki daya tarik tersendiri. Kerajinan, cendera mata, hingga produk berbasis kearifan lokal berpeluang memiliki nilai tambah apabila dikemas secara inovatif tanpa meninggalkan ciri khas daerah.
Karena itu, kreativitas generasi muda diharapkan tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada masyarakat yang lebih luas.
Dukungan Pemerintah Harus Berjalan Berkelanjutan
Irwan Sabri menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Menurutnya, pembinaan melalui Pramuka dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Di sisi lain, pengembangan produk kreatif membutuhkan komitmen berkelanjutan, mulai dari peningkatan keterampilan, pengawasan kualitas, pemenuhan persyaratan produk, hingga perluasan akses pemasaran.
Apabila potensi tersebut dikelola dengan baik, kegiatan kepramukaan tidak hanya memberikan pengalaman dan pembentukan karakter, tetapi juga dapat membuka jalan bagi tumbuhnya wirausaha muda di Kabupaten Nunukan.
Harapannya, generasi muda Nunukan mampu menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, dan mandiri, sekaligus ikut mengangkat potensi budaya serta produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.
Bagi Bupati, kegiatan positif seperti ini perlu terus didukung agar manfaatnya tidak berhenti setelah acara berakhir, melainkan berlanjut menjadi keterampilan, karya, dan peluang nyata bagi masa depan generasi muda. (adv)





