BULUNGAN, tanjungselor.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 52 miliar melalui APBD, untuk membangun infrastruktur jalan sepanjang 30 kilometer (km) pada 2025 ini.
Bupati Bulungan Syarwani menegaskan, pembangunan jalan bukan hanya sebatas proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan akses warga lebih mudah, ekonomi daerah bergerak lebih cepat, dan pelayanan publik semakin lancar,” kata Syarwani, Rabu (27/08/2025).
Disebutkan, salah satu kegiatan yang masuk dalam prioritas ini, lanjutan pembangunan ruas jalan penghubung Tanjung Palas–Salimbatu. Dengan nilai kontrak sekitar Rp 14 miliar.
Proyek yang telah memasuki tahap lanjutan ini diproyeksikan menjadi jalur strategis antar kecamatan.
“Jalur ini penting untuk memperlancar mobilitas dan distribusi barang serta jasa,” ungkapnya.
Selain jalan Tanjung Palas – Salimbatu dan Salimbatu – Silva Rahayu, Pemerintah Kabupaten Bulungan tahun ini juga fokus pembangunan akses menuju daerah hulu Sungai Kayan, khususnya ke arah Long Beluah.
Pekerjaan di jalur ini meliputi pemotongan gunung dan penghamparan agregat B di kawasan Gunung Ilanun, dengan anggaran Rp 9 miliar.
“Proyek sudah dalam tahap persiapan dan kami targetkan selesai tahun ini,” ungkapnya.
Sementara itu, pembangunan jalan di Tanjung Palas Timur juga tak luput menjadi perhatian. Akses dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kilometer 12 (Gunung Sari) menuju Tanah Kuning akan ditangani dengan alokasi Rp 29 miliar.
“Kondisi jalan di jalur ini rusak berat, karena itu hasil akhir pembangunan berupa pengaspalan permanen,” bebernya.
Tak hanya itu, pembenahan ruas jalan, berupa pekerjaan overlay juga dilakukan di beberapa ruas jalan di ibukota kabupaten.
Menurutnya, infrastruktur yang baik akan membuka peluang di berbagai sektor, terutama pertanian, perdagangan dan layanan publik.
“Pembangunan jalan adalah upaya nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bulungan,” tegasnya.
Di sisi lain, Syarwani juga mengingatkan agar masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang sudah dibangun.
“Jalan ini milik kita bersama. Kalau kita rawat, manfaatnya bisa berjangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya. (adv)





