TANA TIDUNG, tanjungselor.id – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal itu ia sampaikan usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2025 yang digelar secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menko Pangan Zulkifli Hasan, pekan ini.
“Pak Zulkifli menyampaikan bahwa tahun ini Indonesia mengalami surplus gabah lebih dari 3 juta ton. Produksi nasional mencapai 33 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik hanya sekitar 30 juta ton. Surplus ini harus dimanfaatkan dengan mendorong pemberdayaan masyarakat desa, termasuk lewat koperasi,” ujar Ibrahim Ali.
Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup di tingkat nasional berdampak positif bagi daerah, namun penguatan ekonomi desa melalui partisipasi masyarakat tetap menjadi faktor penentu.
“Keterlibatan masyarakat sangat menentukan. Kalau desa kuat, pangan stabil, maka inflasi juga lebih terkendali,” katanya.
Ibrahim memastikan arahan pemerintah pusat akan dijadikan pedoman bagi Pemkab Tana Tidung.
“Kami siap mendukung percepatan swasembada pangan di daerah. Fokus kami adalah bagaimana koperasi dan masyarakat desa benar-benar menjadi pilar ketahanan pangan,” tegasnya. (adv)





