Cegah Judi Online Rambah Generasi Muda, Pemkab Tana Tidung Libatkan Orang Tua Melalui Pendekatan Keluarga

Selasa, 9 September 2025 08:31 WITA

TANA TIDUNG, tanjungselor.id – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Sosial, Pemberdsyaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-PMD) bergerak cepat merespons maraknya judi online yang kian mengancam generasi muda.

‎‎Melalui program Kelas Orang Tua Hebat bertema “Orang Tua Hebat, Bebaskan Generasi dari Judi Online”, pemerintah ingin memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif dunia digital. ‎ ‎Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten Administrasi Umum dan Pembangunan Setkab Tana Tidung, Uus Rusmanda, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinsos PMD.

Dalam sambutannya, Uus menegaskan bahwa ancaman judi online bukan hanya merusak mental generasi muda, tetapi juga menghancurkan ketahanan keluarga dan masa depan bangsa. ‎ ‎“Judi online bukan sekadar permainan, ini adalah ancaman serius yang bisa menjerumuskan anak-anak kita pada kehancuran. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membentengi anak-anak melalui pengasuhan yang positif dan penuh cinta,” tegas Uus. ‎ ‎Menurut Uus, Kelas Orang Tua Hebat menjadi ruang edukasi bagi para orang tua, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM), agar mereka mampu mendidik, mengasuh, dan melindungi anak secara tepat.

Ia menekankan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh, bebas dari kekerasan, kemiskinan, dan pengaruh buruk seperti judi online. ‎ ‎Tak hanya fokus pada edukasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan sosial sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat. ‎ ‎Bantuan tersebut mencakup: 246 KPM penerima bantuan sosial makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita.

‎Lalu, 96 KPM penerima bantuan sembako untuk penyandang disabilitas dan lansia, 46 KPM penerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi keluarga miskin. ‎ ‎Uus menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar bentuk tanggung jawab pemerintah, tetapi juga investasi sosial untuk memperkuat pondasi keluarga. ‎ ‎“Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi, sekaligus memotivasi masyarakat agar bangkit dan mandiri. Karena jika keluarga kuat, maka generasi yang lahir juga akan hebat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberantasan judi online bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di rumah. ‎ ‎Dengan pengawasan dan pendampingan yang baik, risiko anak terjerumus ke praktik judi online dapat ditekan. ‎ ‎Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Banyak di antara mereka mengaku termotivasi untuk lebih aktif dalam mendidik anak dan memanfaatkan bantuan yang diterima untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga.

Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam memberikan bantuan material, tetapi juga membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari jeratan judi online.

Adapun narasumbernya dari psikolog inden layanan psikologi, korwil PKH Provinsi Kalimantan Utara dan Polres Tana Tidung. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait