NUNUKAN, tanjungselor.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Nunukan memastikan pangan takjil yang beredar selama Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Nunukan dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim melakukan pembinaan dan pengawasan selama tiga hari berturut-turut di sejumlah titik penjualan takjil.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DinkesP2KB Nunukan, Hj Nurmadia, mengatakan pengawasan dilakukan dengan mengambil sampel langsung dari lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
“Total tim kami telah memeriksa sebanyak 48 sampel dengan hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif dari kandungan Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin dan boraks,” ujar Nurmadia.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut, secara keseluruhan takjil yang diperjualbelikan di wilayah Nunukan tidak mengandung bahan tambahan berbahaya. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pembinaan kepada para pedagang agar senantiasa menjaga kebersihan, keamanan, dan mutu pangan yang dijual.
“Kami juga memberikan edukasi kepada pedagang agar memperhatikan higienitas dalam proses pengolahan dan penyajian. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap selektif dalam memilih makanan berbuka puasa serta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat berjualan,” pesannya.
Nurmadia menegaskan, pengawasan takjil selama Ramadan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari risiko konsumsi makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna tekstil Rhodamin B dan Metanil Yellow, serta bahan pengawet yang dilarang seperti formalin dan boraks.
“Upaya ini adalah langkah preventif agar masyarakat terhindar dari dampak kesehatan yang merugikan. Kami ingin memastikan Ramadan dapat dijalani dengan aman, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (*)





