TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Pelaksanaan konferensi daerah (Konferda) dan konferensi cabang (Konfercab) serentak se-Kalimantan Utara (Kaltara) telah berakhir. Salah satu hasilnya adalah telah menetapkan kepengurusan baru DPD dan DPC PDIP se-Kaltara.
Dalam keterangan persnya, Senin (20/10/2025) ketua DPP PDI-P bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif Deddy Yevri Sitorus mengungkapkan, hasil musyawarah dalam Konferensi yang dilangsungkan pada Minggu (19/10/2025) telah menetapkan kepengurusan baru DPD dan DPC PDIP se-Kaltara. Di mana terpilih kembali sebagai Ketua DPD PDI-P Kaltara, Albertus Stefanus Marianus.

Sementara untuk ketua DPC, disebutkan ada perubahan posisi ketua di dua kabupaten. Yakni di Nunukan, dari sebelumnya Lewi, sekarang beralih kepada Irwan Sabri. Untuk diketahui, Irwan Sabri adalah bupati Nunukan periode 2025-2030.
Ditunjuknya Irwan Sabri ini sekaligus mengakhiri spekulasi arah politik Irwan yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik.
Selain Nunukan, ketua DPC PDIP Tana Tidung juga berpindah pada sosok pemimpin baru. Dia adalah Sabri. Wakil Bupati Tana Tidung sekarang tersebut menggantikan posisi Markus, ketua sebelumnya.
Selain dua posisi ketua DPC baru yang keduanya merupakan kepala daerah (bupati dan wakil bupati), di tiga daerah lainnya, masih dipimpin oleh ketua sebelumnya. Yakni ketua DPC PDIP Bulungan diketuai oleh Markus Juk, Tarakan oleh Edi Patanan dan DPC PDI-P Malinau yang tetap diketuai oleh Bilung Ajang.
Sebelumnya, Deddy Sitorus yang merupakan anggota DPR RI perwakilan Kaltara ini mengungkapkan, Kaltara menjadi provinsi kedua setelah Bali yang melaksanakan Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang serentak. Ini menunjukkan kesiapan menata kembali barisan politiknya di wilayah perbatasan.
Usai Konferda dan konfercab serentak, langsung dilakukan pelantikan 19 pengurus terpilih, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang hadir bersama Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Puti Guntur Soekarno, serta Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif Deddy Yevri Hanteru Sitorus.
Dalam arahannya, Hasto menegaskan Konferda tidak hanya forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum memperkuat ideologi partai dan merespons dinamika politik daerah.
“Konferda ini adalah ruang konsolidasi ideologis. PDI Perjuangan harus tampil sebagai partai yang membela rakyat dan menjaga bumi pertiwi dari keserakahan segelintir orang yang hanya mengejar keuntungan,” ujar Hasto di hadapan peserta konferensi.
Ia menambahkan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara khusus berpesan agar seluruh kader menjaga keutuhan lingkungan dan berpihak pada rakyat kecil.
“Ibu Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya kesadaran ekologis. Jangan biarkan hutan-hutan di Kalimantan menjadi korban eksploitasi tanpa batas. Kader partai harus berani bersuara,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Hasto mengingatkan kader untuk menumbuhkan semangat juang dan tidak terlena dengan zona nyaman.
Dalam keterangan persnya, Deddy Sitorus, mengingatkan seluruh kader agar fokus pada persoalan mendasar masyarakat, khususnya di bidang agraria.
“Masalah tanah di Kaltara ini seperti bom waktu. Banyak rakyat kehilangan lahan karena kebijakan yang tidak berpihak. Kader PDI Perjuangan tidak boleh tinggal diam, kita harus hadir di tengah mereka, melakukan advokasi, dan memperjuangkan keadilan,” ujarnya.
Konferda yang berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong itu menegaskan tekad PDI Perjuangan Kaltara untuk memperkuat basis ideologis dan memperluas kerja-kerja politik hingga ke akar rumput.
“Kami siap menjalankan amanah partai dengan semangat gotong royong, memastikan PDI Perjuangan tetap hadir untuk rakyat di perbatasan,” pungkas Albertus Stefanus, Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltara singkat. (*)





