BULUNGAN, tanjungselor.id – Akses jalan poros Trans Kalimantan yang menghubungkan Tanjung Selor–Malinau sempat lumpuh akibat longsor batu besar di kawasan Gunung Sungai Urang, tepatnya di jalur menuju Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Minggu (8/3/2026).
Material longsoran berupa batu berukuran besar dan tanah dilaporkan jatuh dari tebing di sisi jalan hingga menutup sebagian badan jalan. Akibatnya, arus kendaraan yang melintas di jalur strategis tersebut sempat terhambat.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi bersama personel Brimob Batalyon A Pelopor bergerak cepat melakukan pembersihan material longsoran. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong memindahkan batu dan tanah agar kendaraan kembali dapat melintas.
Upaya bersama tersebut akhirnya berhasil membuka kembali akses jalan, meski pengendara tetap diminta berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.
Kawasan Sungai Urang memang dikenal sebagai salah satu titik rawan longsor di jalur Trans Kalimantan. Tebing curam yang berada tepat di sisi jalan membuat batu-batu dari lereng kerap jatuh ke badan jalan, terutama saat kondisi tanah labil.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah batu masih terlihat berada di sisi jalan setelah jatuh dari tebing. Kondisi tersebut menunjukkan potensi longsoran susulan masih dapat terjadi, terlebih apabila turun hujan atau terjadi getaran kuat dari kendaraan berat yang melintas.
Para pengguna jalan yang melintas di ruas Tanjung Selor–Malinau pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melewati kawasan Gunung Sungai Urang.
Pengendara disarankan untuk mengurangi kecepatan kendaraan, memperhatikan kondisi tebing di sekitar jalan, serta menjaga jarak aman dari area lereng yang rawan longsor.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta untuk tidak berhenti terlalu dekat dengan tebing. Batu dari lereng bisa saja jatuh sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Jalur Trans Kalimantan sendiri merupakan salah satu urat nadi transportasi di Kalimantan Utara. Jalan ini menjadi penghubung utama antarwilayah, termasuk jalur distribusi logistik dan mobilitas masyarakat dari Tanjung Selor menuju Malinau.
Karena itu, masyarakat berharap adanya langkah penanganan permanen di titik rawan longsor Sungai Urang, seperti pemasangan penahan tebing atau pembersihan batu yang berpotensi jatuh, agar kejadian serupa tidak terus berulang. (*)





