TANJUNG SELOR, tanjungselor.co – Inflasi yang cukup tinggi masih terjadi di Bulungan. Berbagai langkah pengendealian pun terus dilakukan. Terkait hal itu, pembahasan bersama juga kembali dilakukan belum lama ini oleh Pemkab Bulungan bersama Kementerian Dalam Negeri. Dengan agenda membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah.
Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, inflasi tinggi yang berimbas pada kenaikan harga di Bulungan dipengaruhi ongkos angkut dan jalur distribusi, serta kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).
Jalur dan akes jalan darat sempat terkendala karena adanya perbaikan pada poros Bulungan – Berau. Selain itu untuk distribusi melalui jalur kapal, saat ini di Bulungan masih terkendala sedimentasi sungai Kayan, sehingga tak menjadi pilihan.
“Transportasi air khususnya melalui Sungai Kayan dipengaruhi kondisi sedimentasi yang cukup tinggi, sehingga menjadi pertimbangan pengusaha untuk menggunakan kapal,” kata bupati.
Kapal barang dari Pulau Jawa, khususnya dari Surabaya harus memutar melalui Kabupaten Malinau, Tana Tidung baru masuk ke Bulungan, sehingga selain memakan waktu dan biaya. Juga menimbulkan potensi kekurangan atau kerawanan ketersediaan barang di daerah.
Lebih lanjut untuk transportasi udara, yang menuju ke Tanjung Selor ada 1 maskapai yaitu Wings Air dari Lion Group di mana harga tiket ke Balikpapan mencapai Rp1,8 juta. Kenaikan harga BBM juga berdampak pada inflasi atau kenaikan harga-harga barang pokok di Bulungan.
“Dari identifikasi kami yang paling memberikan andil dan pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi penyumbang inflasi ini secara keseluruhan adalah, yang berkaitan dengan alur distribusi barang yang masuk ke wilayah kota Tanjung Selor,” bebernya.
Kondisi infrastruktur jalan darat juga mempengaruhi. Apalagi ketika rusak dan harus dilakukan perbaikan, seperti yang sebelumnya terjadi di jalur Bulungan – Berau. Faktor curah hujan yang cukup tinggi juga sedikit menghambat distribusi masuknya barang-barang ke Tanjung Selor. Diharapkan dukungan pemerintah pusat melalui Kemendagri untuk mempercepat penyelesaian jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kaltim dengan Kaltara yang berpengaruh terhadap kelancaran distribusi barang.
“Langkah pengendalian inflasi kita melakukan intervensi antara lain dengan operasi pasar murah. Melalui even setiap minggu di Tebu Kayan (Tempat Berkumpul Kabupaten Sehat dan Layak Anak), juga memberi ruang untuk kegiatan pasar murah komunitas pangan yang dihasilkan para petani Bulungan,” katanya.
Selain itu, upaya lainnya juga bisa dilakukan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mupun Program Keluarga Harapan (PKH ).
Untuk diketahui, Tanjung Selor tercatat inflasi sebesar 0,32 persen (mtm / month to month) atau menempati peringkat ke-26 tertinggi dari 90 Kota IHK Nasional. TPID Kabupaten Bulungan secara konsisten terus menjaga sinergi dalam menjaga tingkat inflasi ke depan di tengah potensi risiko tekanan inflasi, dari beberapa komoditas sebagai dampak kenaikan harga BBM serta beberapa komoditas pangan seperti kelompok hortikultura dan sayur-sayuran akibat faktor cuaca, serta komoditas angkutan udara. (dkip/adv)





