Jelajahi Jalanan Kaltara Bersama Bang Suheriyatna (SHY) – bagian 2
MASIH di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, perjalanan jelajah Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bang Suheriyatna, menyempatkan berhenti di patok perbatasan antara Sei Menggaris – Serudong, Sabah Malaysia. Di daerah ini telah direncanakan untuk dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Hanya saja, sampai saat ini belum ada progress pembangunannya. Apa yang menjadi hambatannya?
Di Sei Menggaris, Suheriyatna bersama rombongan singgah di Pos Satuan Tugas Perbatasan yang ditempati bersama oleh tentara Indonesia dan Malaysia. Ditemani dua anggota tentara, Suheriyatna berkesempatan meninjau patok dan juga tugu perbatasan antara dua Negara tersebut.

“Perencanaannya di Sei Menggaris ini juga akan dibangun PLBN. Namun memang belum ada progresnya. Ini karena perbatasan negara di daerah ini, terutama di Serudong (Sabah-Malaysia) belum direspons oleh pihak Pemerintah Malaysia. Aksesnya belum dibuka,” kata Suheriyatna di ujung aspal jalan yang dibangun Pemerintah Indonesia.
Solusinya, kata dia, harus didorong lagi dalam rapat SOSEK-MALINDO antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia. “Dalam pertemuan Sosek-Malindo, kita harus berjuang agar Malaysia (Sabah) bisa respons. Seperti di Serawak yang sangat respon terhadap Kalbar,” ungkapnya.
Melalui forum resmi itulah, kata Suheriyatna, banyak hal penting yang dibicarakan antar dua negara. “Kita harus siap memberikan data-data lapangan bagaimana dibutuhkan arus perdagangan dan pergerakan masyarakat antar dua negara, secara kultur kampung-kampung, mereka tanpa batas negara,” lanjut Suheriyatna.
Dikatakan, saat ini sudah ada 4 PLBN di Kaltara yang sudah dalam progress pembangunan. Yaitu PLBN Long Midang di Krayan, PLBN Sei Pancang (Sebatik) dan
Labang di Kabupaten Nunukan, serta PLBN Long Nawang di Malinau. “Untuk di Sei Menggaris belum, karena dari Pihak Malaysia belum membuka dari Serudong,” imbuhnya.
Dikatakan, dibandingkan dengan di Kalimantan Barat (Kalbar), progres pembangunan PLBN di Kaltara sedikit terlambat. Tak hanya itu, di Kalbar sudah lebih banyak akses perbatasan yang dibuka, dibanding Kaltara. Antara lain, di PLBN Temajuk, PLBN Aruk, PLBN Jagoi Babang, PLBN Entikong, PLBN Jasa dan PLBN Badau.
“Di Kalbar juga, akses jalan perbatasan sudah lancar tembus, tinggal sekarang di Kalbar fokus untuk jalan perbatasan antar PLBN ke PLBN. Ini dilakukan lewat erobosan melalui Perpres No.1 Tahun 2021 tentang percepatan pembangunan perbatasan.
Dari Sei Menggaris, perjalanan dilanjutkan menuju ke Kecamatan Lumbis, melewati Kecamatan Sembakung Atulai, Sebuku dan beberapa daerah lainnya. Akses jalan nasional di sepanjang perjalanan sudah memadahi.
Hanya saja, ada beberapa titik yang sementara dalam progress reservasi atau perbaikan. Sama halnya dengan ruas jalan antara Sei Ular – Sei Menggaris, di sepanjang ruas jalan ini juga belum ada feeder (jalan cabang). Salah satunya di titik jalan menuju sebuah objek wisata yang kondisi jalannya masih tanah.
Selain meninjau jalan dan jembatan, Suheriyatna yang kini sebagai anggota Tim Pemantau dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional (TPE-PSN) Kementerian PUPR RI ini, juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat di sekitar.
Di Sembakung Atulai misalnya. Suheriyatna bertemu dengan Yakob, tokoh masyarakat dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyediakan lahan untuk menjadi areal permukiman masyarakat asal NTT di wilayah itu. Ada beberapa saran dan masukan disampaikan, di antara melalui skema KPR (kredit perumahan rakyat) atas subsidi dari pemerintah, maupun lewat rumah layak huni. Banyak hal lagi yang menjadi atensi Suheriyatna selama melakukan perjalanan jelajah Kaltara. Apa saja? (bersambung)





