TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan terus digencarkan di Kalimantan Utara. Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Utara, Hj Rahmawati Zainal Paliwang, SH, menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Hall Hotel Luminor, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pegiat budaya, komunitas pariwisata, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan bahwa penguatan nilai kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Rahmawati menegaskan bahwa sosialisasi 4 Pilar MPR RI — yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan — menjadi semakin relevan di tengah perubahan sosial dan arus globalisasi yang kian cepat.

Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi berbentuk fisik, melainkan ideologis dan sosial, termasuk penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, polarisasi masyarakat, hingga menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai persatuan.
“Empat pilar ini bukan sekadar konsep, tetapi pedoman hidup berbangsa. Kita ingin masyarakat memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan peserta.
Peran UMKM dan Budaya dalam Menjaga Persatuan
Menariknya, kegiatan sosialisasi kali ini turut melibatkan pelaku UMKM dan pegiat budaya. Rahmawati menilai sektor ekonomi kreatif dan kebudayaan memiliki peran strategis dalam menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat persatuan di daerah perbatasan seperti Kalimantan Utara.
Ia menyebutkan bahwa keberagaman budaya di Kaltara merupakan kekuatan besar yang harus dijaga melalui semangat toleransi dan gotong royong.
“Budaya adalah perekat bangsa. Ketika budaya hidup, nilai kebangsaan juga ikut tumbuh,” katanya.
Selain itu, pelaku UMKM dinilai menjadi garda depan dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Ketahanan ekonomi yang kuat, menurutnya, akan berbanding lurus dengan stabilitas sosial dan nasional.
Dialog Interaktif dan Aspirasi Masyarakat
Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk pemaparan materi, tetapi juga dialog interaktif. Peserta menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya daerah, hingga dukungan terhadap pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Rahmawati menegaskan bahwa forum sosialisasi ini juga menjadi ruang mendengar langsung suara masyarakat di daerah pemilihan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami tidak hanya menyampaikan nilai kebangsaan, tetapi juga menyerap aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di tingkat pusat,” jelasnya.
Memperkuat Nasionalisme dari Daerah Perbatasan
Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain, Kalimantan Utara memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan dan identitas nasional. Karena itu, penguatan pemahaman terhadap 4 Pilar MPR RI dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kebangsaan masyarakat perbatasan.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat nasionalisme serta memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kaltara.
Di akhir acara, Rahmawati mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen penyebar nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
“Persatuan bangsa dimulai dari kesadaran individu. Dari daerah, kita kuatkan Indonesia,” pungkasnya. (*)





