Syarwani Minta Program Pendidikan Dilaksanakan Dalam Waktu Dekat

Selasa, 19 April 2022 08:34 WITA

Tanjung Selor –Bupati Bulungan Syarwani memipin langsung rapat kooordinasi Pengendalian dan evaluasi program Kerja pada Lingkup Pemerintah Kabupaten Bulungan. Di Ruang Rapat Bupati Bulungan. Minggu, (17/4/22).

Didamping Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, bersama tim Anggaran, Sekretaris Daerah dan para asisten Pemkab Bulungan. Rapat tersebut, membahas Progres kegiatan pembangunan tahun 2022 dan Evaluasi program kegiatan pembangunan tahun 2021 yang di laksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan dan RSUD Bulungan.

Syarwani menyampaikan tahun ini pada bidang pendidikan pemerintah telah mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik kepada Pemkab Bulungan melalui Disdikbud sebesar 64 Miliar Rupiah.

” Selain itu melalui Satker PUPR Bulungan mendapatkan Program Rehabilitasi dan renovasi sekolah, juga terdapt legiatan peningkatan sarana prasarana Pendidikan sumber dana Pokok Pikiran (Pokir) dari anggota DPRD Kabupaten Bulungan sebesar Rp. 1.250.000.000, demikian pula dari DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Sebesar Rp. 950.000.000,” sebut Syarwani.

Syarwani meminta kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kegiatan khususnya kegiatan pendidikan untuk bisa di eksekusi

” Ini menjadi atensi kredibilitas pemerintah daerah, karena menyangkut kepercayaan pemerintah kepada pemerintah daerah. Mudah mudahan dalam bulan Mei proses kegiatan penunjukan langsung maupun lelang sudah selesai dan dapat dieksekusi,” ujar Syarwani.

Selain itu Syarwani mengatakan Pembangunan Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor melalui anggaran DAK tahun 2021 mulai rampung, ditargetkan minggu depan sudah selsai

” dengan adanya banguan yang baru, diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang maksimal,” ujar Syarwani.

Terkait pembangunan bedah central diharapkan benar-benar bisa tuntas meskipun tahun ini bangunan yang dapat digunakan hanya lantai satu

Kalau untuk bangunan bedah central itu lantai satu digunakan untuk ruang perawatan, juga ada untuk farmasi, untuk kamar operasi di lantai 2 sebanyak 5 kamar diantaranya operasi bedah, objin, mata, THT, untuk gedung di lantai 3 diperuntukan ruang perawatan pasca operasi, , ” paparnya.

“khusus kamar operasi meskipun gedungnya sudah selesai namun belum bisa dimanfaatkan karena perlengkapan ruangannya juga harus ditata hingga steril.
Saya minta dari dewas bersama tim anggran juga hadir dalam kegiatan dilapangan, mengenai penataan alat bedah central ini,” ujar Syarwani.

Bagikan:
Berita Terkait