Telah Berprogres, 11 Program Prioritas Pembangunan Kaltara Ditarget Tuntas 2037

Selasa, 20 Desember 2022 10:24 WITA
Anggota TPE-PSN Kementerian PUPR, Suheriyatna berkomunikasi dengan jajaran Satker Kementerian PUPR di Kaltara.

TARAKAN, tanjungselor.co – Sebagai salah satu penggagas 11 program prioritas pembangunan di provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr Ir H Suheriyatna MSi menyebut, bahwa program ini untuk tujuan pembangan jangka menengah dan jangka panjang yaitu 20 tahun ke depan. Demi tercapainya kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Suheriyatna, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kaltara mengatakan, seiring berjalannya waktu beberapa dari 11 program prioritas ini telah berprogres. Bahkan sebagian sudah terealisasi, meski belum seratus persen.

Sekaitan dengan 11 Program Prioritas di Kaltara itu, menurut Suheriyatna, secara garis besar sudah sejalan dengan rencana pembangunan yang ada. “Dari program, prioritas ini ada beberapa yang berkaitan isu dasar pengembangan ketenagalistrikan, konektivitas, pengembangan kawasan, infrastruktur dasar (kesehatan dan pendidikan), serta pengembangan ketahanan pangan dan lainnya,” tutur Suheriyatna.

Tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi atau terwujudnya konektivitas yang baik antara wilayah di Kaltara. Namun melalui 11 program prioritas ini juga harus mengedepankan tercapainya kesejahteraan rakyat. “Kesejahteraan daerah atau provinsi itu harus berjalan seiringan dengan kesejahteraan rakyatnya. Jadi, pengembangan pembangunan Kaltara yang berbasis sumber daya alam itu, rakyatnya harus betul-betul merasakan hasilnya,” urai Suheriyatna.

Lebih jauh, Suheriyatna yang kini menjadi anggota Tim Pemantau dan Evaluasi (TPE) Proyek Strategis Nasional (PSN) Kementerian PUPR RI ini menyebutkan, 11 Program Prioritas Kaltara yang dirinya merupakan salah satu penggagasnya itu, antara lain; pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan), pengembangan kawasan pangan terpadu atau Food Estate, Kota Baru Mandiri (KBM), pembangunan sanitasi dan air, infrastruktur jalan dan perbatasan. Kemudian pengembanganan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional di Mangkupadi-Tanah Kuning, serta rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kaltara.

Di bidang lainnya, ada program pembangunan pos lintas batas Negara (PLBN), pengembangan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan warga kurang mampu, pemenuhan sarana prasarana kesehatan, pembangunan pelabuhan, serta penyetaraan harga BBM dan pangan di wilayah perbatasan.

Dari 11 program prioritas tersebut, ungkap Suheriyatna, sebagian besar sudah mulai berprogres. Disebutkan, pengembangan kawasan industry di Tanah Kuning-Mangkupadi. Pada akhir tahun lalu, telah dilakukan ground breaking oleh presiden Jokowi, dan setelah itu hingga kini terus berprogres untuk percepatan realisasinya.

“Bahkan oleh presiden pada pertemuan G20 di Bali beberapa waktu lalu, program pengembangan kawasan industry hijau di Tanah Kuning ini menjadi bahasan serius. Ini menunjukkan pemerintah serius mengembangkan ini. Dengan didukung peran swasta atau investor di kawasan tersebut,” ungkap Suheriyatna saat berdiskusi dengan sejumlah wartawan di Tarakan, Senin (19/12/2022).

Program lainnya yang juga sudah mulai berjalan progresnya adalah pembangunan PLTA, akses jalan ke wilayah perbatasan, PLBN, pemenuhan air bersih hingga pembangunan kota baru mandiri. “Untuk KBM Tanjung Selor, oleh pemerintah melalui Presiden sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018. Sekarang bagaimana kita mendorong ke pusat untuk percepatan realisasinya. Kemudian untuk kawasan industry, juga sudah masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Ini sesuai dengan Perpres Nomor 109 Tahun 2020,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari TPE-PSN, Suheriyatna mengharapkan kepada pemerintah pusat dapat membantu mempercepat terealisasinya 11 prioritas tersebut. 

Prpgram prirotas ini sendiri, imbuhnya, telah berprogres sejak tahun 2017. Ditargetkan, dalam jangka panjang 20 tahun, apabila berprogres dengan baik dan tepat waktu akan terwujud dan tuntas di tahun 2037.

Berkaitan dengan upaya mewujudkan konektivitas jalan, Suheriyatna mengatakan, saat ini juga sudah berprogres pembangunannnya. Salah satunya pada ruas jalan Malinau – Semamu – Long Midang, Krayan, Nunukan. “Yang kita harapkan, bukan hanya koridor tapi konektivitas itu harus diwujudkan di sepanjang garis perbatasan. Kita harus berjuang agar Negara hadir di sini, membangun perbatasan. Dengan 11 program prioritas ini, ada dasar, roadmap pembangunan yang jelas,” tambah Suheriyatna. (*)

Bagikan:
Berita Terkait