Rp 442 Miliar untuk Infrastruktur Bulungan 2025: Jalan 30 Km Dibangun, Konektivitas Wilayah Digenjot

Sabtu, 14 Maret 2026 08:59 WITA

BULUNGAN, tanjungselor.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Sepanjang Tahun Anggaran 2025, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran mencapai Rp442,19 miliar untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas jalan sepanjang sekitar 30 kilometer di berbagai wilayah.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pembangunan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati Bulungan, Syarwani, guna memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bulungan.

Anggaran Infrastruktur Capai Rp442 Miliar

Total anggaran pembangunan infrastruktur tersebut berasal dari dua sumber dalam APBD daerah. Rinciannya yakni Rp310,47 miliar dari APBD murni serta Rp131,71 miliar dari usulan tambahan pada APBD Perubahan, sehingga total mencapai Rp442,19 miliar.

Dana ratusan miliar rupiah tersebut diarahkan untuk berbagai proyek strategis, mulai dari peningkatan dan pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, hingga perbaikan akses menuju wilayah terpencil.

Sejumlah proyek utama yang masuk dalam program pembangunan infrastruktur 2025 antara lain:

  • Peningkatan jalan di Kecamatan Bunyu senilai Rp10 miliar.
  • Pembangunan Jembatan Sei Bayan II dengan anggaran Rp12,1 miliar.
  • Peningkatan akses jalan menuju Hulu Sungai Kayan (Gunung Ilanun) sebesar Rp9 miliar.
  • Pembangunan akses jalan dari IPA PDAM Km 12 menuju Desa Wonomulyo di Kecamatan Tanjung Palas Timur dengan nilai Rp29 miliar.

Selain itu, program juga mencakup perbaikan jalan di wilayah Salimbatu, peningkatan akses transportasi di kawasan pedalaman, hingga pengaspalan jalan di beberapa kecamatan yang selama ini masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

Infrastruktur Jadi Kunci Pemerataan Pembangunan

Bagi pemerintah daerah, pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar proyek fisik semata. Infrastruktur yang baik diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bulungan.

Sebagai daerah dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis yang beragam—mulai dari kawasan pesisir, dataran hingga wilayah pedalaman—tantangan pembangunan infrastruktur di Bulungan tergolong cukup besar.

Sebagian desa masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama saat musim hujan yang kerap menyebabkan jalan rusak atau sulit dilalui.

Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Kebutuhan pembangunan di Bulungan sangat besar. Dengan wilayah yang luas serta banyaknya desa, tentu tidak semua infrastruktur bisa dibangun sekaligus. Karena itu setiap tahun kita anggarkan secara bertahap agar pembangunan bisa merata,” ujar Syarwani.

Pembangunan Dilakukan Bertahap

Meski menjadi prioritas, pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dan terukur.

Hal ini karena anggaran APBD tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga harus membiayai berbagai sektor penting lainnya seperti pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, serta belanja pegawai.

Oleh sebab itu, setiap program pembangunan disusun berdasarkan skala prioritas serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pembangunan tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.

Dorong Ekonomi Hingga Wilayah Pedalaman

Perbaikan infrastruktur jalan diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga menjadi lebih mudah, biaya transportasi dapat ditekan, serta distribusi hasil pertanian dan perikanan bisa berjalan lebih lancar.

Selain itu, akses jalan yang semakin baik juga berpotensi membuka peluang pengembangan berbagai sektor unggulan daerah seperti pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata.

Wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau pun diharapkan dapat lebih terhubung dengan pusat ekonomi di Tanjung Selor, yang merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Utara.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, alokasi ratusan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur dinilai menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

Dengan pembangunan yang dilakukan secara konsisten setiap tahun, pemerintah optimistis kualitas infrastruktur di Bulungan akan terus meningkat, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah. (*)

Bagikan:
Berita Terkait