
TENGGARONG, tanjungselor.id– Wakil Ketua DPRD Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk tidak menunda langkah konkret dalam menindaklanjuti rencana kerja sama strategis dengan Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pengembangan budidaya hingga hilirisasi kratom.

Menurut Nasir, potensi kratom di wilayah Kalimantan Utara sangat besar dan belum tergarap maksimal. Karena itu, sinergi lintas daerah dinilai menjadi kunci agar komoditas ini tidak hanya berhenti pada tahap produksi bahan mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kerja sama ini harus segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Kita ingin kratom menjadi komoditas unggulan yang dikelola secara baik, legal, dan memberi kesejahteraan bagi petani,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Rencana kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ini mencakup empat pilar utama. Pertama, penelitian serta standarisasi mutu kratom agar memenuhi standar pasar ekspor. Kedua, pembinaan petani melalui pelatihan budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selanjutnya, penguatan pengawasan tata niaga guna memastikan distribusi kratom tidak disalahgunakan serta tetap berada dalam koridor regulasi. Pilar terakhir adalah hilirisasi produk, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai jual dan membuka peluang industri baru di daerah.
Dari pihak Kukar, pemerintah daerah yang diwakili Sekretaris Daerah menyambut baik rencana tersebut.
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah awal dalam menciptakan tata kelola kratom yang tertib hukum sekaligus membuka peluang ekonomi baru, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Dengan dorongan dari legislatif, diharapkan pemerintah daerah dapat segera menyusun langkah teknis yang terukur, sehingga pengembangan kratom tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)





