Sekolah Catur Disiapkan di Bulungan, KONI dan Percasi Kaltara Bidik Lahirnya Pecatur Masa Depan

Jumat, 2 Oktober 2026 08:32 WITA

TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Pembinaan olahraga catur di Kabupaten Bulungan memasuki babak baru. Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bulungan mulai menyiapkan konsep sekolah catur sebagai wadah pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat regenerasi pecatur di daerah.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak setelah kepengurusan baru Percasi Kabupaten Bulungan resmi dilantik di Rumah Jabatan Bupati Bulungan, Jumat (2/10/2026).

Bupati Bulungan Syarwani sebelumnya meminta Percasi tidak hanya berorientasi pada kejuaraan, tetapi membangun sistem pembinaan yang dimulai dari tingkat sekolah. Menurutnya, inventarisasi anak-anak dan pelajar yang memiliki minat serta potensi bermain catur menjadi langkah awal untuk memastikan ketersediaan bibit atlet secara berkelanjutan.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana PERCASI melakukan inventarisasi atlet-atlet muda di Bulungan. Kita harus memastikan ketersediaan bibit atlet sejak usia dini,” ujar Syarwani.

Dorongan tersebut kemudian mengarah pada gagasan pembukaan sekolah catur di Bulungan. Program ini diharapkan menjadi ruang pembinaan yang mempertemukan Percasi dengan sekolah, sehingga anak-anak yang memiliki minat dan bakat dapat dikenali, dibina, serta diarahkan mengikuti kompetisi secara bertahap.

Bupati bahkan mendorong agar Percasi membangun sinergi dengan dunia pendidikan. Melalui sekolah catur, pembinaan diharapkan tidak berhenti pada pengenalan permainan, tetapi berkembang menjadi sistem pembibitan atlet yang terukur.

KONI Bulungan Beri Apresiasi

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bulungan Heru Rachmady memberikan apresiasi terhadap langkah Percasi Bulungan yang mulai mengarahkan pembinaan dari tingkat usia sekolah.

Menurut Heru, gagasan sekolah catur merupakan langkah penting karena regenerasi atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Pembinaan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara konsisten agar daerah memiliki stok atlet yang siap diproyeksikan ke berbagai jenjang kompetisi.

Heru berharap program tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga Bulungan yang semakin kuat.

“Kami mengapresiasi langkah Percasi Bulungan yang mulai memikirkan pembinaan secara berjenjang melalui sekolah catur. Ini penting untuk memastikan regenerasi atlet berjalan dan tidak hanya bergantung pada atlet yang sudah ada,” ujarnya.

Ia juga berharap keberadaan sekolah catur nantinya tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi turut membangun budaya olahraga dan kecintaan terhadap catur di kalangan pelajar.

Menurutnya, semakin banyak anak yang mendapatkan akses pembinaan sejak dini, semakin besar pula peluang Bulungan menemukan talenta-talenta baru yang dapat mengharumkan nama daerah.

Percasi Kaltara Bidik Pecatur Handal dari Bulungan

Dukungan juga datang dari Ketua Percasi Kalimantan Utara Norhayati Andris. Ia berharap pembentukan sekolah catur di Bulungan dapat menjadi salah satu pintu lahirnya pecatur-pecatur muda berkualitas dari daerah.

Norhayati melihat pembinaan usia dini sebagai fondasi penting dalam membangun prestasi catur secara berkelanjutan. Dengan pembinaan yang terarah, pelajar tidak hanya diajarkan teknik bermain, tetapi juga dilatih membangun konsentrasi, strategi, disiplin, serta mental bertanding.

“Kita berharap dari Bulungan ini nantinya lahir pecatur-pecatur handal yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga bisa membawa nama Kaltara ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Norhayati.

Ia juga berharap geliat pembinaan catur di Bulungan dapat berkembang lebih jauh melalui penyelenggaraan kompetisi secara rutin.

Bahkan, menurut Norhayati, tidak tertutup kemungkinan Bulungan ke depan dapat menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen catur bertaraf internasional.

“Harapannya, kalau pembinaannya sudah kuat dan atlet-atletnya mulai bermunculan, kita bisa mendorong agar ke depan ada turnamen internasional yang digelar di Bulungan,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen berskala lebih besar tidak hanya memberikan pengalaman bertanding kepada atlet lokal, tetapi juga dapat membuka kesempatan bagi pecatur Bulungan untuk berhadapan langsung dengan pemain dari luar daerah maupun luar negeri.

Bukan Sekadar Sekolah, tetapi Jalur Regenerasi

Ketua Percasi Bulungan Dharmawan mengatakan, konsep sekolah catur saat ini masih dalam tahap perumusan internal. Percasi akan melibatkan sumber daya yang dimiliki, kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta sekolah-sekolah di Bulungan.

Sekolah catur nantinya diarahkan menjadi bagian dari pola pembinaan berkelanjutan, mulai dari mengenali minat dan bakat, memberikan pelatihan dasar, meningkatkan kemampuan, hingga mengikutsertakan atlet dalam berbagai kompetisi.

“Ya tentu ini secara internal kami rumuskan dulu. Kebetulan kita banyak teman-teman yang para pakar juga. Bagaimana merumuskan sekolah catur ini nanti, konsepnya nanti juga kita akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan, termasuk sekolah-sekolah,” kata Dharmawan.

Selain pembinaan, kompetisi juga tetap menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan atlet.

Percasi Bulungan telah menyiapkan Bupati Cup yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober 2026. Kejuaraan tersebut akan terbuka bagi masyarakat umum dan pelajar, sehingga sekaligus dapat menjadi ruang untuk melihat potensi pecatur muda yang nantinya bisa masuk dalam program pembinaan.

Langkah tersebut membuat pembinaan catur di Bulungan mulai diarahkan pada pola yang lebih terstruktur: sekolah sebagai tempat menjaring bibit, pelatihan sebagai ruang pengembangan kemampuan, dan turnamen sebagai arena menguji mental serta prestasi.

Jika pola tersebut berjalan konsisten, sekolah catur bukan sekadar tempat belajar bermain catur, melainkan dapat menjadi fondasi lahirnya generasi baru pecatur Bulungan.

Dari papan catur di ruang-ruang sekolah itulah, diharapkan muncul pecatur muda yang kelak mampu membawa nama Bulungan dan Kalimantan Utara ke panggung nasional, bahkan internasional. (*)

Bagikan:
Berita Terkait