Jalan Tembus Krayan–Malinau Ditargetkan Tuntas 2028, Usulan Bupati Nunukan Mulai Ditindaklanjuti

Rabu, 7 Oktober 2026 06:22 WITA
Oplus_131072

NUNUKAN, tanjungselor.id – Harapan masyarakat Krayan untuk memiliki akses darat yang lebih terbuka menuju Malinau mulai menemukan titik terang. Usulan pembangunan konektivitas Krayan–Malinau yang selama ini diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Nunukan kini mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat.

Oplus_131072

Hasil rapat koordinasi di Malinau serta kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum ke kawasan Krayan menjadi bagian penting dalam memastikan rencana pembangunan dua ruas jalan penghubung Krayan–Malinau dapat berjalan.

Dua ruas yang direncanakan tersebut meliputi akses dari kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa’ Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau, serta konektivitas dari arah Malinau menuju Krayan. Pembangunan jaringan jalan ini ditargetkan dapat dituntaskan pada 2028.

Bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah perbatasan sekaligus membuka akses masyarakat Krayan terhadap pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi.

Dengan semakin terbukanya akses darat, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah. Distribusi kebutuhan pokok dapat berjalan lebih lancar, biaya logistik berpeluang ditekan, sementara hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Krayan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan, yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan.

“Alhamdulillah, apa yang selama ini kita perjuangkan untuk masyarakat Krayan mulai mendapat tindak lanjut. Dua ruas jalan ini menjadi bagian penting untuk membuka akses Krayan menuju Malinau. Kita berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan pada 2028 jalan tembus Krayan–Malinau sudah dapat dituntaskan,” ujar Bupati.

Menurut Irwan Sabri, konektivitas darat akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan masyarakat. Infrastruktur jalan tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan memperkuat akses pelayanan publik.

“Kita ingin masyarakat Krayan semakin mudah bergerak, hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah dipasarkan, biaya logistik semakin rendah, dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Ini adalah kepentingan masyarakat yang harus kita kawal bersama,” tegasnya.

Pemkab Nunukan selanjutnya akan terus melakukan koordinasi dan pengawalan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPP, Kementerian Pertahanan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Langkah tersebut diperlukan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan menjadi bagian dari perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.

Bupati menegaskan, target penyelesaian pada 2028 harus menjadi momentum penting bagi masyarakat Krayan dengan semakin terwujudnya konektivitas darat menuju Malinau.

“Krayan tidak boleh terus berada dalam keterbatasan akses. Kita ingin jalan ini benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika jalan terbuka, maka peluang ekonomi, pelayanan dan kesejahteraan masyarakat juga semakin terbuka,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait