Festival Bunga Sutra Jadi Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Bulungan

Kamis, 8 Oktober 2026 06:52 WITA

BULUNGAN, tanjingselor.id– Festival Bunga Sutra atau Bulungan Sumber Sejahtera kembali digelar Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulungan. Tidak sekadar menjadi agenda tahunan, kegiatan ini diarahkan sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong keluarga yang lebih sehat, mandiri dan sejahtera.

Puncak Festival Bunga Sutra 2026 berlangsung di Desa Longsam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Selasa (6/10/2026), dengan mengusung tema “Pembelajaran 10 Program Pokok PKK Menuju Keluarga yang Maju dan Sejahtera.”

Ketua TP-PKK Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, mengatakan Festival Bunga Sutra menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan 10 program pokok PKK yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi penting dalam pembangunan. Ketika keluarga memiliki kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan dan ekonomi yang baik, maka akan terbentuk masyarakat yang lebih kuat dan produktif.

“Festival Bunga Sutra merupakan momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong dan pemberdayaan keluarga serta masyarakat,” ujar Sri.

Menyentuh Berbagai Aspek Kehidupan

Rangkaian Festival Bunga Sutra telah berlangsung sejak Mei 2026. Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari pembinaan 10 program pokok PKK, peningkatan kapasitas administrasi kader, pembinaan kelompok Dasawisma hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Di sektor ekonomi, masyarakat mendapat ruang untuk mengembangkan potensi melalui gelar produk UP2K PKK, pelatihan pemanfaatan bahan limbah, serta dukungan peralatan usaha berupa mesin jahit dan mesin obras bagi kelompok UP2K Desa Longsam.

Sementara di bidang pendidikan dan literasi, TP-PKK Bulungan menghadirkan pojok baca, kegiatan storytelling serta pembekalan pengelolaan dan keberlanjutan pojok baca PKK.

Program ketahanan pangan juga menjadi bagian penting. Bantuan dan pembinaan diberikan melalui penyerahan bibit sayuran dan buah, ayam KUB bagi keluarga stunting dan prasejahtera, bibit ikan lele serta pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Pada sektor kesehatan, kegiatan mencakup Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), screening kesehatan, sosialisasi ASI eksklusif sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, kesehatan reproduksi remaja hingga pencegahan perkawinan anak.

Kepedulian terhadap lingkungan turut diperkuat melalui pembentukan pengurus bank sampah, sosialisasi pengolahan sampah menjadi ecobrick serta fasilitasi penyusunan peraturan desa mengenai pengelolaan sampah.

Libatkan Ratusan Kader dan Masyarakat

Festival Bunga Sutra 2026 melibatkan sekitar 792 peserta yang terdiri dari unsur TP-PKK Kabupaten Bulungan, kader PKK kecamatan, desa dan kelurahan, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, pelaku UMKM, kelompok masyarakat serta masyarakat umum.

Jumlah tersebut mencakup 35 orang TP-PKK Kabupaten Bulungan, 492 kader PKK kecamatan, desa dan kelurahan serta sekitar 300 undangan.

Bupati Bulungan Syarwani mengapresiasi pelaksanaan Festival Bunga Sutra. Menurutnya, keberadaan 2.167 kader PKK di Kabupaten Bulungan merupakan potensi besar yang dapat menjadi penggerak pembangunan hingga ke tingkat masyarakat.

“2.167 kader PKK ini merupakan mesin penggerak pembangunan di Kabupaten Bulungan. Sesuai dengan 10 program pokok PKK, keberadaan PKK menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” kata Syarwani.

Ia berharap Festival Bunga Sutra tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi dan pengetahuan antardesa maupun antarkecamatan.

Desa Apung Jadi Lokasi Tahun 2027

Pemkab Bulungan juga menyiapkan keberlanjutan Festival Bunga Sutra. Pada 2027 mendatang, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

Menurut Syarwani, Desa Apung dipilih karena memiliki berbagai potensi serta pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi contoh bagi desa lainnya.

Melalui pelaksanaan Festival Bunga Sutra secara berkelanjutan, pemerintah berharap terjadi proses replikasi program dan transfer pengetahuan antardesa dan kecamatan.

Dengan demikian, keberhasilan satu wilayah tidak berhenti di wilayah tersebut, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan di daerah lain sesuai dengan potensi masing-masing.

Festival Bunga Sutra pun diharapkan semakin berkembang sebagai ruang kolaborasi yang memperkuat keluarga, membuka peluang ekonomi masyarakat, meningkatkan kreativitas, menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan.

Pada akhirnya, pemberdayaan keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Bulungan yang maju, mandiri dan sejahtera. (*)

Bagikan:
Berita Terkait