NUNUKAN, tanjungselor.id — Gemerlap panggung, riuh tepuk tangan, dan antusiasme ribuan masyarakat menjadi wajah kemeriahan Pekan Kebudayaan Daerah dan PARAS Fest 2026. Namun, di balik suksesnya festival yang berlangsung selama hampir dua pekan itu, ada kerja keras banyak orang yang memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan PARAS Fest 2026, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.
Apresiasi tersebut bukan sekadar ucapan terima kasih atas terselenggaranya sebuah perayaan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap dedikasi, tanggung jawab, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi keberhasilan kegiatan daerah.
Selama festival berlangsung, berbagai pihak bekerja dalam perannya masing-masing. Panitia mengoordinasikan rangkaian acara, petugas lapangan menjaga ketertiban dan kebersihan, aparat keamanan memastikan situasi kondusif, sementara pelaku usaha dan masyarakat turut menghidupkan suasana perayaan.
Bagi pengunjung, PARAS Fest menjadi ruang menikmati hiburan, seni, budaya, dan kuliner. Namun bagi mereka yang bertugas di balik layar, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil dari koordinasi, kerja sama, dan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan bersama.
Bukan Sekadar Festival, tetapi Ruang Kebersamaan
PARAS Fest 2026 yang berlangsung sejak 2 Oktober hingga 14 Oktober 2026 menghadirkan beragam kegiatan kebudayaan, hiburan, serta ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk merayakan hari jadi Kabupaten Nunukan sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap identitas dan potensi daerah.
Bupati Irwan Sabri memandang keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai hasil kerja bersama. Panitia, perangkat daerah, petugas keamanan, sponsor, komunitas budaya, pelaku UMKM, hingga masyarakat memiliki kontribusi yang saling melengkapi.
Keterlibatan berbagai unsur itu memperlihatkan bahwa kegiatan berskala daerah tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja. Dibutuhkan komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, serta komitmen untuk menjaga tujuan bersama.
Semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu nilai penting dari penyelenggaraan PARAS Fest, selain kemeriahan hiburan dan pertunjukan budaya yang dinikmati masyarakat.
Ketika Kemeriahan Turut Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Kesuksesan PARAS Fest juga terlihat dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan data yang disampaikan dalam rangkaian penutupan festival, omzet UMKM di dalam dan luar kawasan Paras Perbatasan tercatat mencapai sekitar Rp5,824 miliar. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat perputaran ekonomi bruto selama kegiatan mencapai Rp12,604 miliar, dengan cakupan perhitungan yang juga memasukkan komponen belanja pemerintah yang kembali ke masyarakat.
Data tersebut memperlihatkan bahwa festival tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang transaksi bagi pedagang makanan, penjual produk lokal, pemilik warung, pengusaha jasa, serta berbagai pelaku usaha lainnya.
Bagi pelaku UMKM, ramainya pengunjung menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan pendapatan. Aktivitas ekonomi yang tumbuh selama festival diharapkan dapat menjadi dorongan bagi usaha lokal untuk terus berkembang setelah perayaan berakhir.
Dengan demikian, keberhasilan PARAS Fest tidak semata-mata diukur dari kemeriahan panggung atau jumlah pengunjung, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Menghargai Mereka yang Bekerja di Balik Layar
Di balik sebuah acara yang berjalan tertib dan meriah, terdapat banyak pekerjaan yang tidak selalu terlihat oleh pengunjung. Mulai dari persiapan, pengaturan kegiatan, pelayanan, pengamanan, hingga menjaga kebersihan kawasan acara.
Mereka bekerja agar masyarakat dapat menikmati festival dengan aman dan nyaman. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari keberhasilan penyelenggaraan kegiatan.
Penghargaan terhadap panitia dan petugas lapangan sekaligus menjadi pengingat bahwa kesuksesan sebuah agenda daerah merupakan hasil kerja kolektif. Setiap orang, apa pun tugas dan tanggung jawabnya, memiliki peran yang berarti.
Semangat saling mendukung dan menghargai inilah yang perlu terus dipelihara dalam pelaksanaan program pembangunan maupun kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Nunukan.
Semangat PARAS Fest Harus Terus Berlanjut
Berakhirnya PARAS Fest 2026 bukan berarti berakhir pula semangat kebersamaan yang telah terbangun selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah daerah berharap momentum ini dapat mendorong masyarakat untuk terus mendukung produk lokal, mengembangkan potensi seni dan budaya, serta memperkuat perekonomian daerah melalui aktivitas usaha yang berkelanjutan.
Keberhasilan festival juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya, baik dari sisi pelayanan, pengelolaan kegiatan, kenyamanan pengunjung, maupun pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pada akhirnya, PARAS Fest bukan hanya tentang panggung yang megah atau hiburan yang memikat. Festival ini juga menjadi gambaran tentang bagaimana kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong dapat menyatukan berbagai unsur masyarakat dalam satu tujuan.
Di balik kemeriahan yang telah usai, tersisa apresiasi bagi mereka yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta harapan agar kebersamaan yang terbangun terus tumbuh menjadi kekuatan untuk memajukan Kabupaten Nunukan. (*)





