Inovasi “Agro Muda Nunukan”, Pemkab Siapkan Generasi Petani Modern Berjiwa Wirausaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 03:22 WITA
Oplus_131072

NUNUKAN, tanjungselor.id – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkab Nunukan mengembangkan inovasi Agro Muda Nunukan – Pertanian Goes to School & Campus sebagai upaya menumbuhkan minat pelajar dan mahasiswa untuk mengenal sekaligus mengembangkan potensi agribisnis.

Program yang digagas Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Kabupaten Nunukan, Widodo, S.PKP., M.Si., tersebut menyasar kalangan generasi muda agar memiliki pandangan baru terhadap sektor pertanian. Pertanian tidak lagi sekadar dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan, inovatif, dan memiliki prospek ekonomi.

Salah satu implementasinya diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan pendampingan praktik budidaya jagung bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun Nunukan, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga mengajak mahasiswa terlibat langsung dalam proses budidaya tanaman.

Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Nunukan, Widodo, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam praktik pertanian merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran sekaligus menyiapkan calon pelaku usaha pertanian dari kalangan generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar untuk membawa perubahan melalui kreativitas, penguasaan teknologi informasi, serta kemampuan mengembangkan jejaring dan peluang usaha.

“Melalui Program Agro Muda Nunukan, kami ingin mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga perlu terlibat langsung dalam praktik agar memiliki pengalaman, keterampilan, dan keberanian untuk mengembangkan usaha di bidang agribisnis,” ungkap Widodo.

Ia menambahkan, komoditas jagung dipilih sebagai salah satu media pembelajaran karena memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas pangan sekaligus peluang usaha.

Melalui praktik tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman hingga pengenalan potensi hasil produksi dan peluang pemasarannya.

DKPP juga mendorong agar kegiatan serupa tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan sehingga mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif.

Sementara itu, Kepala STIT Ibnu Khaldun Nunukan, Bakhrul Ulum, S.Pd.I., M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia mengapresiasi dukungan DKPP Nunukan dalam memberikan edukasi, bimbingan, dan motivasi kepada mahasiswa untuk mengenal dunia pertanian secara langsung.

Bahkan, lingkungan kampus mulai diarahkan menjadi ruang pembelajaran produktif dengan memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan budidaya tanaman.

Setelah pengenalan dan praktik penanaman jagung, pihak kampus juga berencana mengembangkan komoditas lain, seperti cabai (lombok) dan tanaman produktif lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal terbentuknya lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan pengetahuan akademik, tetapi juga menumbuhkan kemandirian, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Perkuat Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Daerah

Lebih jauh, program Agro Muda Nunukan memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan regenerasi petani dan penguatan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Keterlibatan generasi muda diperlukan untuk memastikan sektor pertanian memiliki penerus yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan inovasi dalam proses produksi maupun pemasaran hasil pertanian.

Potensi komoditas lokal seperti jagung, padi, singkong, pisang, durian, dan berbagai jenis sayuran juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Karena itu, sinergi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, petani, dan kalangan pemuda menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih maju.

Melalui semangat Pertanian Goes to School & Campus, DKPP Kabupaten Nunukan berkomitmen memperluas edukasi dan pendampingan pertanian ke lingkungan sekolah, kampus, serta komunitas kepemudaan.

Harapannya, semakin banyak generasi muda Nunukan yang tertarik menjadi pelaku agribisnis, mampu menciptakan lapangan usaha, serta berkontribusi dalam menjaga ketersediaan dan kemandirian pangan daerah.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga agent of development. Dari praktik sederhana seperti menanam jagung, kita ingin menumbuhkan ide, inovasi, dan semangat kewirausahaan yang nantinya dapat dikembangkan menjadi usaha agribisnis bernilai ekonomi,” tutup Widodo.

Melalui Agro Muda Nunukan, Pemkab Nunukan berharap lahir generasi petani muda berdasi yang berpendidikan, kreatif, melek teknologi, dan memiliki jiwa wirausaha. Generasi yang tidak hanya mampu mengelola potensi pertanian lokal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan yang berkelanjutan. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait