Telusuri Sungai dan Jalan Setapak, Rahmawati Datangi SP 4 Tanjung Buka untuk Dengarkan Aspirasi Warga

Minggu, 1 November 2026 11:31 WITA

BULUNGAN, tanjungselor.id – Tidak semua wilayah masyarakat dapat dijangkau dengan perjalanan yang mudah. Ada yang harus ditempuh dengan menyusuri sungai, menaiki perahu, hingga melewati jalan setapak yang sebagian tertutup rumput dan semak belukar. Kondisi inilah yang harus dilalui Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, S.H., saat melakukan kunjungan ke kawasan SP 4 Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.

Perjalanan menuju kawasan permukiman transmigrasi tersebut bukan perjalanan biasa. Rahmawati bersama rombongan harus menempuh jalur sungai menggunakan perahu, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat dengan kondisi akses yang cukup menantang.

Jalan transmigrasi yang sebagian telah ditumbuhi rumput tinggi menjadi salah satu gambaran kondisi akses yang masih dihadapi masyarakat di kawasan tersebut.

Namun, kondisi medan tidak menyurutkan langkah Rahmawati untuk bertemu langsung dengan warga. Baginya, kunjungan ke wilayah pelosok bukan sekadar agenda perjalanan, melainkan kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat sekaligus mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka.

Mendatangi Warga, Bukan Sekadar Menunggu Aspirasi

Dalam kunjungan tersebut, Rahmawati berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu di SP 4 Tanjung Buka.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Warga dan rombongan berkesempatan berinteraksi secara langsung, membangun komunikasi, serta mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Bagi Rahmawati, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan perhatian pembangunan.

Ia ingin memastikan bahwa kondisi masyarakat di wilayah pelosok tidak luput dari perhatian, terlebih berbagai persoalan yang dihadapi warga sering kali hanya dapat dipahami secara utuh ketika melihat langsung kondisi di lapangan.

Mulai dari akses transportasi, kondisi jalan, hingga kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat merupakan hal-hal yang penting untuk didengar dan diperhatikan.

Kehadiran secara langsung juga menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari di tengah keterbatasan akses wilayah.

Akses Wilayah Menjadi Perhatian

Perjalanan menuju SP 4 Tanjung Buka memperlihatkan bahwa aksesibilitas masih menjadi persoalan penting bagi kawasan permukiman yang berada jauh dari pusat aktivitas masyarakat.

Ketergantungan pada transportasi sungai serta kondisi jalan darat yang belum sepenuhnya mudah dilalui menjadi gambaran tantangan mobilitas warga.

Kondisi tersebut penting menjadi perhatian bersama, mengingat akses transportasi berkaitan erat dengan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga hubungan sosial antarkawasan.

Melalui kunjungan lapangan seperti ini, aspirasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan perhatian dan masukan dalam mendorong pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Pengabdian yang Berangkat dari Kepedulian

Bagi Rahmawati, menjadi wakil rakyat bukan hanya tentang menjalankan tugas di gedung parlemen, tetapi juga menjaga kedekatan dengan masyarakat yang diwakilinya.

Ia memilih datang langsung, menempuh perjalanan yang tidak mudah, dan melihat sendiri kondisi masyarakat agar aspirasi yang disampaikan memiliki gambaran nyata.

Sebab, pembangunan yang baik harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Suara warga di kawasan pelosok sama pentingnya dengan suara masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Kunjungan ke SP 4 Tanjung Buka menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian terhadap akses dan pemerataan pembangunan.

Dari perjalanan menyusuri sungai hingga melewati jalan setapak, tersimpan pesan bahwa jarak geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi terjalinnya komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.

Dekat dengan masyarakat, hadir mendengarkan, dan membawa aspirasi dari pelosok menjadi bagian penting dari upaya memperjuangkan pembangunan Kalimantan Utara yang lebih merata. (*)

Bagikan:
Berita Terkait