SAMARINDA, tanjungselor.id – Tepuk tangan panjang mengiringi berakhirnya laga final nomor tunggal putra U-21 Kejuaraan Tenis Lapangan Junior se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Tahun 2026 di Lapangan Tenis Segiri, Samarinda, Minggu (28/6). Meski belum berdiri di podium tertinggi, satu nama berhasil mencuri perhatian sepanjang turnamen: Muhammad Farhan.
Petenis muda asal Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, itu sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara II setelah menembus partai final menghadapi wakil tuan rumah, Farrel Zacky R.. Hasil tersebut terasa begitu istimewa karena Farhan tampil di kelompok usia U-21, sementara dirinya baru akan genap berusia 15 tahun pada November 2026.
Perbedaan usia hingga empat tahun dengan lawan-lawannya tidak membuat mental Farhan ciut. Justru sebaliknya, ia menunjukkan keberanian, ketenangan, dan kualitas permainan yang membuat banyak penonton kagum.
Pada partai final, Farhan tampil penuh determinasi. Ia memberikan tekanan sejak awal pertandingan dan mampu merebut poin-poin penting pada set pertama. Duel berlangsung sengit hingga memasuki tie-break pada set penentuan. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya, penampilan Farhan mendapat apresiasi karena mampu mengimbangi petenis yang lebih matang dari sisi usia maupun pengalaman.
Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan Utara memiliki bibit atlet tenis yang siap bersaing di level regional. Di tengah kebutuhan regenerasi atlet berprestasi, kemunculan Farhan menjadi harapan baru bagi dunia tenis Bumi Benuanta.
Sebagai runner-up, atlet muda asal Tanjung Selor tersebut berhak membawa pulang piala, piagam penghargaan, serta hadiah sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya sepanjang turnamen.
Orang tua sekaligus pelatih Farhan, Muhammad Mursid, mengaku bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, keikutsertaan Farhan dalam kejuaraan ini memang bertujuan menambah pengalaman bertanding sekaligus menguji kemampuan menghadapi lawan-lawan yang lebih senior.
“Alhamdulillah, Farhan bisa mendapatkan juara walaupun belum juara pertama. Ini menjadi kebanggaan kami sebagai orang tua, sekaligus kebanggaan masyarakat Bulungan,” ujar Mursid.
Ia menilai pengalaman menembus partai final akan menjadi modal penting bagi perkembangan karier Farhan. Bertemu dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara diyakini akan meningkatkan mental bertanding sekaligus memperkaya pengalaman kompetisi.
Mursid optimistis perjalanan putranya masih sangat panjang. Dengan latihan yang disiplin, kesempatan mengikuti lebih banyak turnamen, serta dukungan dari keluarga, pemerintah, dan pengurus olahraga, Farhan diyakini mampu berkembang menjadi atlet tenis profesional.
“Harapan saya, Farhan bisa terus berprestasi, menjadi juara di berbagai kejuaraan di Kalimantan, kemudian menembus level nasional. Semoga ini menjadi awal perjalanan panjangnya sebagai atlet tenis profesional,” harapnya.
Keberhasilan Muhammad Farhan juga membawa pesan inspiratif bagi generasi muda Kalimantan Utara. Prestasi tidak selalu ditentukan oleh usia, melainkan oleh kerja keras, disiplin, keberanian menghadapi tantangan, dan konsistensi berlatih.
Meski kali ini harus puas membawa pulang gelar juara II, penampilan Farhan di Samarinda menjadi pertanda lahirnya calon bintang tenis masa depan dari Bulungan. Dengan usia yang masih sangat muda dan potensi yang terus berkembang, langkahnya menuju panggung nasional bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang semakin realistis untuk diwujudkan. (*)





