NUNUKAN, tanjungselor.id – Bupati Nunukan Irwan Sabri mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dengan menghadirkan gagasan, pemikiran kritis, serta solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Irwan Sabri saat menghadiri Opening Ceremony Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional HMI Cabang Nunukan yang mengusung tema “Era Baru HMI, Merawat Nasionalisme, Menakar NKRI di Tapal Batas”, bertempat di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (7/11/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa kegiatan Latihan Kader II bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian penting dari proses pengkaderan untuk melahirkan generasi muda Islam yang memiliki kedalaman intelektual, kematangan berpikir, integritas moral, serta kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa.
Menurutnya, Latihan Kader II harus menjadi kawah candradimuka bagi para kader untuk meningkatkan kapasitas intelektual, memperluas wawasan kebangsaan, serta mengasah kemampuan dalam membaca dan menganalisis berbagai persoalan secara kritis dan objektif.
“Saya berharap kader HMI harus mampu menjadi lokomotif gagasan, bukan sekadar penonton perubahan. Jadilah agen perubahan atau agent of change yang mampu menawarkan solusi dan mengambil bagian dalam proses pembangunan,” tegasnya.
Ia juga menilai, tujuan dan nilai perjuangan HMI memiliki relevansi kuat dengan arah pembangunan Kabupaten Nunukan. Sebab, membangun daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Penguatan karakter, kecerdasan intelektual, kreativitas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Karena itu, Irwan berharap kader-kader HMI di Kabupaten Nunukan tidak hanya berkembang dalam lingkungan organisasi, tetapi juga mampu tampil sebagai bagian dari kekuatan intelektual dan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap kader-kader HMI di Kabupaten Nunukan dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Menurutnya, pembangunan daerah harus dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi dan gagasan pembangunan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Kita ingin pembangunan daerah berjalan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas dan kepemimpinan pemuda merupakan bagian penting dalam mewujudkan Provinsi Kalimantan Utara yang semakin maju, makmur, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Latihan Kader II tingkat nasional di Kabupaten Nunukan ini sekaligus menjadi ruang strategis bagi kader HMI untuk memperkuat wawasan kebangsaan, memperdalam kapasitas kepemimpinan, serta membangun perspektif terhadap tantangan pembangunan di wilayah perbatasan.
Di tengah posisi Nunukan sebagai daerah yang berada di kawasan perbatasan negara, kader HMI diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam merawat nasionalisme, menjaga keutuhan NKRI, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di wilayah tapal batas.(*/adv)





