Bupati Malinau Dorong Penguatan Peran Dayak Lundayeh pada Muscab III PDL Tanah Tidung

Minggu, 19 Juli 2026 04:48 WITA

TANAH TIDUNG, tanjungselor.id – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Dayak Lundayeh (PDL) Kalimantan Utara, menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) III Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Kabupaten Tanah Tidung di Desa Sapari, Sabtu.

Wempi hadir didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Malinau sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi masyarakat Dayak Lundayeh di Kabupaten Tanah Tidung.

Dalam sambutannya, ia mengatakan masyarakat Dayak Lundayeh yang berjumlah lebih dari 1.800 jiwa di Kabupaten Tanah Tidung telah memberikan kontribusi di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga pendidikan.

Meski demikian, menurut dia, keterwakilan masyarakat Dayak Lundayeh dalam jabatan strategis di daerah masih perlu ditingkatkan.

“Hingga saat ini belum ada keterwakilan di DPR maupun pada jabatan kepala dinas. Ke depan kami berharap masyarakat Dayak Lundayeh dapat mengambil peran yang lebih besar dalam kepemimpinan daerah,” kata Wempi.

Ia menegaskan kepengurusan PDL yang akan terbentuk melalui Muscab III diharapkan menjadi wadah yang mampu menghimpun aspirasi masyarakat serta memperkuat persatuan, bukan menjadi ajang persaingan antarkelompok.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

Selain itu, Wempi mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Dayak Lundayeh sebagai identitas sekaligus perekat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Utara.

Di hadapan peserta Muscab, ia juga menitipkan harapan agar Pemerintah Kabupaten Tanah Tidung terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Dayak Lundayeh, baik melalui program pemberdayaan, pembangunan, maupun pelestarian budaya.

Wempi mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tanah Tidung untuk memperkuat persatuan dan bersama-sama membangun daerah tanpa membedakan latar belakang suku maupun golongan.

“Mari kita bersatu membangun Kabupaten Tanah Tidung agar semakin maju dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Muscab III PDL Kabupaten Tanah Tidung menjadi forum organisasi untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menyusun program kerja yang diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat Dayak Lundayeh dalam mendukung pembangunan daerah serta pelestarian adat dan budaya. (*)

Bagikan:
Berita Terkait