TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Inovasi pelajar Kabupaten Bulungan dalam mendukung keselamatan berlalu lintas terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya melalui aplikasi BUG, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk membantu pesepeda merencanakan rute, memantau aktivitas gowes, serta meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Aplikasi yang dikembangkan Sem Wibisono, siswa SMA Negeri 1 Tanjung Selor, ini berangkat dari gagasan pentingnya berbagi ruang jalan dan meningkatkan keselamatan pesepeda di tengah aktivitas lalu lintas yang semakin dinamis.
Inovasi tersebut turut mengantarkan Sem meraih Juara I Umum Nasional Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bulungan sekaligus menunjukkan bahwa pelajar mampu menghadirkan gagasan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui panduan penggunaan aplikasi BUG, masyarakat kini dapat mempelajari tahapan penggunaan secara bertahap, mulai dari pendaftaran akun, pemilihan rute, hingga pelacakan aktivitas bersepeda. Mau tahu bagaimana cara menggunakan aplikasi BUG, simpak di video ini; https://www.instagram.com/reel/DeCAXG3pTXj/?rpxt=dzU1Nnhtc3JxYWRq.
Registrasi Mudah, Gowes Lebih Terarah
Untuk mulai menggunakan BUG, pengguna dapat membuka menu profil dan memilih opsi pembuatan akun. Selanjutnya, pengguna mengisi data yang diperlukan, seperti nama lengkap, kategori pengguna, asal sekolah atau pekerjaan, alamat email, dan kata sandi. Pendaftaran juga tersedia melalui akun Google.
Setelah akun siap, pengguna dapat memanfaatkan fitur yang tersedia untuk mendukung aktivitas bersepeda. Pemilihan rute membantu pesepeda merencanakan perjalanan, sedangkan fitur pelacakan aktivitas memungkinkan perjalanan gowes dipantau melalui aplikasi.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah deteksi bahaya. Berdasarkan panduan dalam video, ketika pengguna terdeteksi berhenti lebih dari lima menit selama perjalanan, aplikasi akan memberikan tahapan konfirmasi keselamatan. Pengguna dapat menekan tombol “Saya Aman” untuk membatalkan proses peringatan. Jika tidak ada jawaban, fitur SOS akan aktif secara otomatis.
Fitur ini dirancang sebagai lapisan bantuan tambahan ketika terjadi kondisi yang tidak biasa selama perjalanan. Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi jalan, menjaga komunikasi, dan mengutamakan keselamatan saat bersepeda.
Dishub Bulungan Apresiasi Kreativitas Pelajar
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan, Ir. Khairul, S.T., M.T., mengapresiasi lahirnya inovasi pelajar yang mengangkat persoalan keselamatan transportasi sebagai fokus pengembangan teknologi.
Menurutnya, kreativitas generasi muda seperti yang ditunjukkan melalui aplikasi BUG perlu mendapat perhatian dan dukungan agar dapat terus dikembangkan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Inovasi ini juga sejalan dengan upaya membangun budaya keselamatan lalu lintas yang tidak hanya mengandalkan pengawasan pemerintah, tetapi turut melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk pesepeda sebagai salah satu pengguna jalan.
Dishub Bulungan mendorong agar prestasi Sem Wibisono menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk berani mengembangkan ide kreatif yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Berbagi Jalan, Berbagi Tanggung Jawab
Keselamatan pesepeda merupakan tanggung jawab bersama. Pesepeda perlu menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, memperhatikan kondisi jalan, serta menghormati pengguna jalan lainnya.
Di sisi lain, pengendara kendaraan bermotor juga perlu memberikan ruang yang aman bagi pesepeda dan menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.
Melalui semangat #BerbagiJalanUntukPesepeda, Dishub Bulungan mengajak masyarakat membangun kebiasaan berlalu lintas yang saling menghormati. Penggunaan teknologi seperti BUG dapat menjadi salah satu pendukung, selama digunakan dengan benar dan tidak menggantikan kewaspadaan pengguna jalan.
Keberhasilan inovasi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi dapat dimulai dari gagasan sederhana, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian generasi muda untuk menghadirkan solusi.
Dari ruang belajar di SMAN 1 Tanjung Selor, Sem Wibisono membawa pesan bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang lebih aman, tertib, dan bertanggung jawab di Kabupaten Bulungan.
Gowes aman, berbagi jalan, utamakan keselamatan! (*/adv)





