MALINAU, tanjungselor.id – Keberagaman suku dan budaya menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat sekaligus modal penting dalam membangun daerah. Semangat persaudaraan inilah yang mewarnai pembukaan Irau Malinau dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau tahun 2026.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos., turut menghadiri pembukaan perhelatan budaya tersebut di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Selasa (20/10/2026). Irau Malinau ke-12 ini dibuka secara resmi oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, SE., MH.
Kehadiran Hermanus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antardaerah di Kalimantan Utara, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku, adat, dan budaya yang beragam.
Dalam sambutannya, Bupati Malinau Wempi W. Mawa menyampaikan bahwa Irau bukan sekadar perayaan hari jadi daerah, tetapi juga ruang perjumpaan bagi berbagai suku dan kelompok masyarakat untuk saling mengenal, menghargai, serta mempererat persaudaraan.
Menurutnya, penyelenggaraan Irau merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan dan perkembangan Kabupaten Malinau. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menjaga hubungan harmonis antarmasyarakat di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Wempi menegaskan, kebersamaan merupakan salah satu kekuatan utama masyarakat Malinau. Perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk maju bersama, melainkan kekayaan yang memperluas wawasan, memperkaya cara pandang, serta membuka kesempatan untuk saling belajar.
Nilai tersebut dinilai penting untuk terus dirawat agar keberagaman tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun daerah yang damai, inklusif, dan sejahtera.
Hermanus Berharap Malinau Semakin Maju dan Sejahtera
Usai menghadiri pembukaan, Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Irau Malinau dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Malinau tahun 2026.
Hermanus berharap, bertambahnya usia Kabupaten Malinau menjadi momentum untuk terus meningkatkan pembangunan dan kualitas kehidupan masyarakat.
Ia juga berharap Kabupaten Malinau semakin berkembang, menjadi daerah yang maju, serta mampu menghadirkan kesejahteraan yang semakin baik bagi seluruh masyarakatnya.
Menurutnya, perayaan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan pembangunan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan optimisme dalam menghadapi tantangan ke depan.
Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antardaerah di Kalimantan Utara, sehingga kerja sama dan persaudaraan dapat terus terpelihara demi kemajuan bersama.
Ragam Budaya Warnai Perayaan Irau
Pembukaan Irau Malinau berlangsung khidmat dan semarak dengan berbagai hiburan serta penampilan tarian tradisional dari beragam suku dan etnis yang ada di Kabupaten Malinau.
Pertunjukan tersebut menjadi gambaran nyata kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Setiap penampilan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan identitas, tradisi, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui Irau Malinau, masyarakat diharapkan semakin bangga terhadap warisan budayanya sekaligus terbuka untuk menghargai tradisi kelompok lain.
Pada akhirnya, makna perayaan tidak hanya terletak pada kemeriahan panggung dan rangkaian acara, tetapi juga pada bagaimana semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat HUT ke-27, Kabupaten Malinau diharapkan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya, serta mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. (*adv)





