Pramuka Nunukan Ciptakan Karya Kreatif, Kini Terbuka Peluang Jadi UMKM dan Cendera Mata Khas Daerah

Minggu, 25 Oktober 2026 09:21 WITA

NUNUKAN, tanjungselor.id – Kreativitas pelajar tak seharusnya berhenti menjadi pajangan dalam sebuah perkemahan. Di balik olahan makanan, kerajinan tangan, hingga karya yang mengangkat kekayaan budaya lokal, tersimpan peluang untuk melahirkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Potensi tersebut terlihat dalam kegiatan Bulan Bakti Pramuka bertajuk Kemah Bakti Kreatif dan Inovatif Saka Widya Budaya Bakti Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan.

Berbagai karya yang ditampilkan para peserta menunjukkan bahwa pelajar memiliki kemampuan untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui olahan makanan berbahan rumput laut, yang berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus alternatif oleh-oleh khas daerah.

Peluang ini menjadi momentum untuk menghubungkan pendidikan, kreativitas, dan kewirausahaan sejak dini. Dengan pembinaan yang tepat, karya yang awalnya dibuat sebagai bagian dari kegiatan kepramukaan dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Ketua Kwarda Kaltara, Hj. Rahmawati, S.H., mengapresiasi kreativitas para peserta. Ia menilai, karya-karya tersebut layak mendapat perhatian lebih luas agar semangat dan kemampuan pelajar dapat terus berkembang.

Rahmawati mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Nunukan, Irwan Sabri, agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap hasil karya para pelajar, termasuk membuka peluang promosi bagi produk yang memenuhi persyaratan.

“Saya sudah berbicara dengan Pak Bupati agar anak-anak itu menjadi semangat ketika hasil karya mereka dilihat dan dipromosikan oleh kepala daerah setempat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap kreativitas generasi muda bukan sekadar persoalan pemasaran. Pengakuan terhadap hasil karya mereka juga menjadi bentuk penghargaan atas keberanian mencoba, proses belajar, dan semangat berinovasi.

Ketika karya mereka mendapat ruang untuk berkembang, para pelajar diharapkan semakin percaya diri untuk melahirkan gagasan baru sekaligus mengenal dunia usaha sejak dini.

Olahan Rumput Laut Berpeluang Jadi Produk Unggulan Nunukan

Salah satu potensi yang menarik perhatian adalah pengolahan rumput laut menjadi produk makanan kreatif. Pemanfaatan bahan baku lokal dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi pelajar untuk mengenal proses produksi sekaligus menciptakan nilai tambah dari potensi daerah.

Rahmawati berharap, produk yang dihasilkan dapat memperoleh pendampingan dan berpeluang masuk ke jaringan UMKM, termasuk melalui dukungan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan. Produk makanan yang akan dipasarkan harus memperhatikan kebersihan, keamanan pangan, kualitas, kemasan, serta ketentuan perizinan dan sertifikasi halal sesuai kategori produk dan peraturan yang berlaku.

Dengan standar yang terjaga, produk lokal diharapkan tidak hanya menarik saat dipamerkan, tetapi juga mampu bersaing ketika dipasarkan kepada masyarakat luas.

Jika dikembangkan secara konsisten, produk-produk tersebut berpotensi menjadi pilihan oleh-oleh khas Nunukan. Kehadirannya juga dapat memperkenalkan identitas dan kekayaan daerah kepada para pengunjung yang datang ke wilayah perbatasan Indonesia tersebut.

Selain pengembangan produk olahan, Rahmawati turut menyampaikan peluang dukungan dari Dinas Pertanian berupa bantuan bibit bagi para peserta.

Lahan sekolah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan berkebun yang produktif. Melalui kegiatan ini, pelajar berkesempatan mempelajari proses dari hulu ke hilir, mulai dari menanam, merawat tanaman, memanen hasil, hingga mengolah bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi.

Pembelajaran semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan generasi muda.

Bupati Irwan Sabri: Kualitas dan Konsistensi Jadi Kunci

Bupati Nunukan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Nunukan, Irwan Sabri, menyambut positif kreativitas yang ditampilkan para peserta.

Ia menilai, karya para pelajar memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Selain produk olahan makanan, terdapat pula karya yang mengangkat unsur budaya, rumah adat, dan cendera mata yang mencerminkan kekayaan lokal.

Meski demikian, Irwan menegaskan bahwa mengembangkan hasil kreativitas menjadi produk UMKM membutuhkan proses, pembinaan, dan konsistensi.

Kualitas produk, cita rasa, serta kemampuan menjaga kesinambungan produksi menjadi faktor penting agar produk dapat diterima pasar dan memperoleh kepercayaan konsumen.

“Kalau sudah bisa konsisten, insyaallah nanti bisa ditingkatkan lagi dan dinaikkan ke UMKM. UMKM-nya nanti menjadi ciri khas Kabupaten Nunukan dan bisa menjadi cendera mata setiap tamu yang ada di Kabupaten Nunukan,” terangnya.

Pernyataan tersebut membuka peluang bagi karya pelajar untuk berkembang melampaui kegiatan perkemahan. Produk yang awalnya dibuat sebagai bagian dari proses pembelajaran berpotensi menjadi embrio usaha yang tumbuh bersama pendampingan dan dukungan berbagai pihak.

Menunggu Tindak Lanjut agar Karya Tak Berhenti di Pameran

Potensi yang ditunjukkan para pelajar kini membutuhkan langkah lanjutan. Apresiasi terhadap kreativitas perlu diikuti program pembinaan yang terarah agar peluang yang muncul tidak berhenti sebatas wacana.

Pendampingan dapat mencakup peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemenuhan persyaratan usaha, promosi, hingga perluasan akses pemasaran. Sekolah, pemerintah daerah, kelompok PKK, dan pelaku UMKM dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Dengan dukungan tersebut, pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman menghasilkan sebuah karya, tetapi juga kesempatan memahami bagaimana produk dikembangkan, dipasarkan, dan dipertahankan kualitasnya.

Bagi Kabupaten Nunukan, upaya ini berpotensi menghadirkan manfaat lebih luas. Selain menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda, pengembangan produk lokal juga dapat memperkuat identitas daerah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dari sebuah perkemahan, lahir gagasan usaha. Dari kreativitas pelajar, terbuka peluang menghadirkan produk khas daerah. (*)

Bagikan:
Berita Terkait