JAKARTA, tanjungselor.id – Di balik rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara), tersimpan harapan baru bagi para pengrajin, pelaku UMKM, hingga industri kreatif lokal. Bukan sekadar menghadirkan lembaga pendidikan unggulan, proyek strategis nasional ini diyakini akan membuka ruang ekonomi baru yang berpotensi menggerakkan usaha masyarakat di berbagai sektor.
Melihat peluang besar tersebut, Ketua Dekranasda Kaltara, Rahmawati Zainal, memilih tidak menunggu. Bersama Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, ia melakukan langkah proaktif dengan menemui Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, di Jakarta, Kamis (25/6).
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya strategis untuk memastikan pelaku UMKM Kaltara memperoleh dukungan, pembinaan, serta akses yang lebih luas dari pemerintah pusat agar mampu menangkap peluang ekonomi yang akan tumbuh seiring hadirnya Sekolah Garuda.
Rahmawati menilai pembangunan Sekolah Garuda harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat daerah. Menurutnya, setiap peluang ekonomi yang muncul harus dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal, mulai dari pengrajin hingga produsen pangan olahan.
“Jangan sampai peluang besar hadir di daerah kita, tetapi yang menikmati justru pihak luar. UMKM Kaltara harus menjadi bagian utama dari ekosistem ekonomi yang akan tumbuh,” ujarnya.
Dari Batik Khas Kaltara hingga Produk Pangan Lokal
Saat ini, Dekranasda Kaltara tengah melakukan identifikasi dan pembinaan terhadap berbagai klaster usaha yang berpotensi menjadi mitra pemasok kebutuhan Sekolah Garuda.
Beragam produk lokal diproyeksikan dapat mengisi kebutuhan sekolah tersebut, mulai dari seragam batik khas Kaltara, atribut sekolah, kerajinan tangan, souvenir resmi, hingga produk-produk kreatif yang mencerminkan identitas budaya daerah.
Tak hanya sektor kerajinan, peluang juga terbuka bagi UMKM pangan olahan. Dekranasda mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan bahan baku lokal agar mampu masuk dalam rantai pasok kebutuhan konsumsi di lingkungan sekolah.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat ekonomi berbasis potensi daerah, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
UMKM Jangan Minder, Harus Siap Bersaing
Bagi Rahmawati, tantangan terbesar UMKM saat ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga kesiapan memenuhi standar pasar yang lebih besar.
Karena itu, Dekranasda terus melakukan pendampingan mulai dari peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi tepat guna, sertifikasi halal, penguatan kemasan, hingga membuka akses kemitraan dan pemasaran.
Menurutnya, pengusaha kecil di Kaltara memiliki kemampuan dan kreativitas yang tidak kalah dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah pendampingan yang tepat agar mereka mampu naik kelas dan bersaing.
“Saya tidak ingin pengrajin dan pelaku UMKM kita minder. Kehadiran Sekolah Garuda ini adalah peluang besar. Tugas kami adalah memastikan mereka siap mengambil peluang tersebut dan mampu berkembang lebih jauh,” tegas Rahmawati.
Pemprov Kaltara Perkuat Dukungan
Sementara itu, Gubernur Zainal A. Paliwang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pengembangan UMKM dan industri kreatif daerah.
Ia berharap sinergi antara Pemprov Kaltara, Dekranasda, dan pemerintah pusat mampu melahirkan UMKM yang lebih tangguh, berdaya saing, serta mampu menjadi pemain utama dalam berbagai peluang ekonomi yang tumbuh di Kaltara.
Dengan hadirnya Sekolah Garuda, Kaltara tidak hanya menyiapkan generasi unggul melalui pendidikan berkualitas, tetapi juga membuka jalan bagi ribuan pelaku UMKM untuk berkembang. Di balik bangunan sekolah yang akan berdiri, ada mimpi para pengrajin, pelaku usaha kecil, dan masyarakat lokal yang siap tumbuh bersama menuju masa depan yang lebih sejahtera. (adv)





