Puji Cokelat Lokal, Deputi UMKM RI Sebut Kabupaten Bulungan “Miniatur Indonesia”
JAKARTA, tanjungselor.id – Tonggak penting pengembangan ekonomi daerah kembali ditorehkan Kabupaten Bulungan. Sebanyak 30 produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi hadir di gerai khusus UMKM di Mall Sarinah, Kamis (30/4/2025), dalam rangkaian Festival Bulungan Berkarya.

Peresmian yang berlangsung di lantai 4 pusat perbelanjaan legendaris tersebut dilakukan secara simbolis melalui pengguntingan pita oleh Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, mewakili Menteri UMKM.
Turut mendampingi, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Kilat, Ketua DPRD Riyanto, serta jajaran pejabat daerah.
Tak terkecuali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang juga Plt, Disperindagkop dan UKM Bulungan, Errin Wiranda dan Kepala DKIP Bulungan, Yunus Luat yang hadir langsung.

Masuknya produk Bulungan ke Sarinah menjadi bagian dari implementasi program prioritas daerah One Village One Product (OVOP), yang mendorong setiap desa memiliki produk unggulan berdaya saing. Dari total puluhan produk yang diajukan, hanya 30 produk yang berhasil lolos kurasi ketat Sarinah dan resmi dipasarkan.
Sebagai pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia yang digagas oleh Presiden RI Soekarno pada era 1960-an, Sarinah kini bertransformasi menjadi etalase nasional UMKM dengan standar kualitas tinggi melalui proses kurasi produk.
Vice President Business Development and Partnership Sarinah, Diaz, menegaskan pentingnya kolaborasi antara daerah dan pusat dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika daerah dan pusat bersinergi, kita bisa memberikan ruang dan kesempatan bagi UMKM untuk berkembang. Kami berharap produk-produk ini tidak hanya dikenal di daerahnya, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sarinah tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga program pembinaan agar UMKM mampu naik kelas.
“Di sini kami siapkan ruang dan ekosistemnya. Ini menjadi awal yang baik dan kami yakin akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi Bulungan, tetapi juga daerah lain,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan UMKM daerah.
“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai mitra. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Sawit Watch dan Pilar Nusantara dan lainnya yang telah berkontribusi sehingga produk UMKM Bulungan bisa hadir dan launching di Sarinah,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa langkah ini menjadi awal bagi UMKM Bulungan untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas.“Kami ingin produk-produk ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus ditingkatkan kualitasnya agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,” tegasnya.
Dari sisi pemerintah pusat, Deputi Temmy Satya Permana memberikan apresiasi terhadap kualitas produk Bulungan, khususnya komoditas olahan seperti cokelat lokal yang dinilai memiliki potensi besar.
“Cokelat Bulungan sangat bagus dan punya peluang besar. Bulungan ini miniatur Indonesia, tinggal bagaimana kita membangun kewirausahaan dan meningkatkan nilai tambah produknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional, dengan jumlah mencapai sekitar 57 juta pelaku usaha yang sebagian besar masih berada di level mikro.
“UMKM ini ada yang tumbuh karena kebutuhan, ada juga yang dibangun secara terencana. Yang penting adalah bagaimana kita menciptakan ekosistem yang mendukung mereka naik kelas,” jelasnya.
Dalam proses kurasi, tambahnya, ia mengungkapkan bahwa dari 74 produk yang diajukan, hanya 30 yang lolos seleksi. Produk yang belum memenuhi standar akan diberikan catatan perbaikan.
“Yang belum lolos bukan berarti tidak bagus, tetapi perlu peningkatan kualitas agar bisa masuk ke pasar seperti Sarinah, jadi tinggal bagaimana dikomunikasikan kembali untuk memperbaiki hal – hal yang belum lengkap,” tegasnya.
Selain produk cokelat, beberapa produk khas seperti kue tradisional “Kue Haw” juga dinilai memiliki potensi besar karena memiliki cerita dan nilai budaya yang kuat.
Menurutnya, storytelling menjadi kunci dalam menarik pasar modern, khususnya di kota besar seperti Jakarta yang sangat kompetitif.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Kabupaten Bulungan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis lingkungan atau ekonomi hijau.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata kepada sejumlah kementerian dan mitra strategis. Cinderamata diserahkan kepada Kementerian UMKM RI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehutanan, serta pihak Sarinah sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pengembangan UMKM Bulungan.
Penghargaan juga diberikan kepada Pilar Nusantara atas kontribusinya dalam mendukung program pembangunan berbasis ekologi di Kabupaten Bulungan.
Momentum ini menegaskan bahwa UMKM Bulungan tidak hanya mampu bertahan di tingkat lokal, tetapi juga siap bersaing di panggung nasional. Dengan dukungan kolaborasi, pembiayaan, dan peningkatan kualitas, produk-produk lokal tersebut kini semakin dekat untuk menembus pasar global. (DKIP_Bulungan)





