103 Mahasiswa PNN Diwisuda, Gubernur Kaltara Dorong Lulusan Jadi Penggerak Ekonomi Perbatasan

Rabu, 14 Oktober 2026 04:32 WITA

NUNUKAN, tanjungselor.id – Sebanyak 103 mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan (PNN) resmi diwisuda dalam Wisuda Ke-IV Tahun 2026, Selasa (13/10/2026). Momentum ini bukan sekadar penanda berakhirnya masa pendidikan, tetapi juga menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Nunukan dan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP., Gubernur Kalimantan Utara, Drs. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., Direktur PNN Arkas Viddy, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Andi Fajrul Syam, unsur Forkopimda, Camat Nunukan Selatan, jajaran dosen, serta orang tua dan keluarga wisudawan.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing daerah.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi senat dan doa pembukaan, dilanjutkan laporan direktur, prosesi wisuda dan pengukuhan lulusan, pengucapan janji wisudawan, hingga pengumuman lulusan terbaik serta penyerahan penghargaan.

Gubernur: Lulusan Vokasi Harus Berani Mengambil Peluang

Dalam orasi ilmiahnya, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang mengangkat tema “Sinergi Pendidikan Vokasi dan Transformasi Daerah: Mewujudkan Output Kelulusan Unggul, Berdaya Saing, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045.”

Sebelum menyampaikan orasi, Zainal juga mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Nunukan.

Ia menegaskan, Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar pembangunan nasional yang membutuhkan persiapan matang, terukur, dan berkelanjutan. Salah satu kunci untuk mewujudkannya adalah membangun SDM yang unggul, kompeten, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis karena tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Kita tidak hanya membutuhkan orang yang kuat secara teori, tetapi juga tenaga terampil yang mampu bekerja, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan di lapangan,” tegas Zainal.

Ia menilai Politeknik Negeri Nunukan memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan pembangunan Kalimantan Utara, terutama Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan negara.

Potensi sumber daya alam, perkembangan kawasan industri, pembangunan infrastruktur, hingga aktivitas perdagangan lintas batas dinilai membuka peluang bagi lulusan vokasi untuk berkontribusi secara langsung.

Lulusan PNN Diharapkan Perkuat Hilirisasi Rumput Laut

Zainal secara khusus menyoroti peluang bagi lulusan Teknologi Hasil Perikanan untuk mengembangkan inovasi pengolahan hasil laut, terutama rumput laut yang menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, pengembangan sektor perikanan tidak cukup hanya mengandalkan penjualan bahan mentah. Diperlukan inovasi, diversifikasi produk, peningkatan kualitas pengolahan, serta penguatan nilai tambah agar hasil produksi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Melalui kemampuan yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu mendorong hilirisasi komoditas perikanan, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Langkah tersebut juga berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, termasuk petani rumput laut dan nelayan, melalui pengembangan usaha pengolahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Peluang Kerja Terbuka di Kawasan Industri dan Infrastruktur

Selain sektor perikanan, Gubernur Kaltara juga mendorong lulusan Teknik Alat Berat agar mampu memanfaatkan peluang dari pembangunan kawasan industri dan proyek strategis di Kalimantan Utara.

Sejumlah proyek yang menjadi perhatian antara lain Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri Pelabuhan Indonesia (KIPI), serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Perkembangan proyek-proyek tersebut membutuhkan tenaga teknis yang kompeten, disiplin, dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan standar kerja industri.

“Lulusan vokasi dari Nunukan harus berani mengambil peluang dan mengisi posisi strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya menjadi penonton,” ujarnya.

Sementara itu, lulusan Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan diharapkan mampu mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur, termasuk konektivitas jalan di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Pembangunan akses transportasi, termasuk ruas jalan Malinau–Krayan, menjadi bagian penting dalam memperkuat keterhubungan antarkawasan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka akses terhadap pelayanan publik dan kegiatan ekonomi.

Adapun lulusan Administrasi Bisnis diharapkan dapat mengambil peran dalam penguatan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan lintas batas, serta pengembangan ekonomi kreatif.

Dengan kompetensi tersebut, lulusan PNN diharapkan tidak hanya memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri dan menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Integritas dan Inovasi Menjadi Bekal Menghadapi Dunia Kerja

Lebih jauh, Zainal mengingatkan bahwa keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari gelar akademik maupun keterampilan teknis. Integritas, etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata juga menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

Ia berharap para wisudawan dan wisudawati terus belajar, meningkatkan kompetensi, berani berinovasi, serta mampu membaca peluang di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.

“Lulusan yang berdampak bukan hanya mereka yang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mereka yang berani menciptakan lapangan kerja dan memberikan solusi bagi masyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Utara turut memberikan hadiah kepada wisudawan lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan kerja keras selama menempuh pendidikan.

Pemkab Nunukan Dorong Pendidikan Vokasi Berdampak bagi Masyarakat

Wisuda Ke-IV PNN Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Nunukan untuk terus memperkuat kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

Bagi wilayah perbatasan seperti Nunukan, ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil dan sesuai kebutuhan industri merupakan modal penting untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong masyarakat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.

Pendidikan vokasi diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri menjadi penting agar kompetensi lulusan selaras dengan perkembangan sektor-sektor unggulan.

Melalui momentum wisuda ini, 103 lulusan PNN diharapkan mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah untuk menghasilkan karya, membuka peluang ekonomi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bukan hanya menjadi pencari kerja, para lulusan diharapkan tumbuh sebagai tenaga profesional, wirausahawan, dan penggerak inovasi yang ikut menentukan masa depan Kabupaten Nunukan serta Kalimantan Utara menuju Indonesia Emas 2045. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait