Audiensi PT INTRA, Kaltara Siap Wujudkan Jaringan Kereta Api Senilai Rp25 Triliun

Rabu, 22 April 2026 11:19 WITA

JAKARTA, tanjungselor.id – Harapan masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memiliki moda transportasi kereta api kembali menguat. Pemerintah Provinsi Kaltara kini mulai membuka jalan menuju realisasi proyek besar tersebut melalui audiensi bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA).

Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. menerima langsung jajaran PT INTRA di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Dalam pertemuan itu, perusahaan memaparkan rencana investasi pembangunan jaringan kereta api dengan nilai fantastis mencapai Rp20 hingga Rp25 triliun.

Menariknya, proyek strategis ini disebut akan dibiayai penuh oleh investor tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah maupun pusat. Selain itu, pembangunan jalur kereta api diproyeksikan mampu membuka sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Gubernur Zainal menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, pembangunan kereta api bukan hanya soal transportasi, tetapi langkah besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah Kaltara.

“Saya bersyukur PT INTRA akan berinvestasi membangun jaringan kereta api di Kaltara. Mudah-mudahan membawa dampak positif bagi masyarakat Kaltara khususnya dan Kalimantan pada umumnya,” ujar Zainal.

Hubungkan Kaltara ke Negara Tetangga dan IKN

Kehadiran jalur kereta api diyakini akan mengubah wajah konektivitas Kaltara. Jalur ini dirancang menghubungkan wilayah-wilayah strategis di Kaltara, bahkan berpotensi terkoneksi hingga Brunei Darussalam, Malaysia, serta Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rencana pengembangan kereta api di Kaltara sendiri bukan hal baru. Sejak 2015, pemerintah daerah telah menyusun masterplan yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030.

Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, menjelaskan bahwa dokumen tersebut telah memasuki tahap Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED), sehingga tinggal dilakukan pembaruan sesuai kondisi terkini.

“Masterplan tersebut sudah masuk tahap FS dan DED dengan sejumlah koridor yang akan dibangun,” jelasnya.

Penandatanganan Diinginkan Digelar di Tanjung Selor

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara tengah menyiapkan pembaruan masterplan, sementara draf kerja sama masih dalam tahap kajian hukum.

Gubernur Zainal pun berharap penandatanganan nota kesepahaman nantinya dapat dilakukan langsung di Tanjung Selor, ibu kota Provinsi Kaltara.

“Saya mengundang PT INTRA datang ke Tanjung Selor ketika draft MoU selesai dikaji. Kita lanjutkan penandatanganan di Bumi Benuanta,” tegasnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan, Wakil Bupati Malinau, unsur Pemprov Kaltara, serta perwakilan pemerintah daerah lainnya.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa mimpi menghadirkan kereta api di Bumi Benuanta kini bukan lagi sekadar wacana, tetapi mulai bergerak menuju kenyataan.

Bagikan:
Berita Terkait