BULUNGAN, tanjungselor.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperkuat komitmen dalam membangun sektor pertanian terpadu yang produktif dan berkelanjutan.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan Sekolah Lapangan Agrokompleks Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, yang menjadi proyek percontohan (pilot project) pertama di Kabupaten Bulungan.
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan, Non-Governmental Organization (NGO).
Rektor Universitas Kaltara, serta menghadirkan pakar pertanian dari Tani Nelayan Center Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan jika program sekolah lapangan ini diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta koridor pembangunan daerah untuk memastikan sektor agrokompleks pertanian dan perkebunan dalam arti luas mengalami regenerasi.
”Kita ingin pembangunan pertanian dan perkebunan di Bulungan tidak hanya dijalankan oleh orang tua kita, tetapi harus ada regenerasi,”ungkapnya, Senin (10/8/26).
Dikatakan, anak-anak muda harus punya kapasitas dan kemampuan mengelola kegiatan pertanian secara profesional agar bisa menjadi sumber kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup.
Program edukasi dan pemberdayaan ini melibatkan 10 desa di Kecamatan Peso, di mana setiap desa mengutus 3 orang pemuda lokal mereka.
Dengan total 8 kali pertemuan, para peserta akan digembleng langsung oleh akademisi IPB dan para narasumber ahli untuk mengubah pola pikir (mindset) serta teknik tata kelola lahan pertanian modern diselaraskan dengan teknik pertanian lokal masyarakat.
Bupati berpesan agar para pemuda yang diutus menjadi aset berharga yang siap menggerakkan potensi desa masing-masing.
”Tiga anak muda dari setiap desa ini harus menjadi inspirasi dan magnet bagi pemuda lainnya. Setelah selesai dari Long Buang, program ini harus ditindaklanjuti secara kolaboratif bersama para kepala desa. Harus berlanjut ke Long Yin, Long Peleban, Long Leju, Long Biak, hingga seluruh desa di Kecamatan Peso,” tambah Syarwani.
Langkah pemuda dalam mengawal ketahanan pangan ini juga disinergikan dengan program unggulan Pemkab Bulungan, yaitu Madya (Muda Berdaya, Muda Berkarya).
Selain mendukung ketahanan pangan daerah, program ini sekaligus menyokong agenda ketahanan pangan nasional.
Bupati optimistis inovasi dan semangat juang anak muda akan menjadi kunci utama kemajuan daerah di masa depan.
”Masa depan Kabupaten Bulungan ada di tangan anak-anak muda, salah satunya yang mengikuti program sekolah lapangan ini. Berawal dari Long Buang, kemajuan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Bulungan akan kita bangun bersama-sama,” tutupnya.(DKIP_Bulungan)





