Ketua DPRD Kaltara Berharap Pemimpin Dewan Adat Dayak Dapat Terus Jaga Kekompakan

Minggu, 31 Mei 2026 03:15 WITA

TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Masa depan sebuah daerah tidak hanya dibangun di atas beton-beton infrastruktur, melainkan juga di atas fondasi kerukunan dan luhurnya kebudayaan. Semangat inilah yang terpancar jelas dalam Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara yang digelar di Tanjung Selor pada Jum’at, 29 Mei 2026. Pertemuan ini memuat asa besar tentang bagaimana merajut persatuan di tengah derasnya arus modernisasi.

Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Achmad Djufrie, SE., MM., yang hadir bersama Anggota DPRD Kornie Serliany, ST., dan Pdt. Robenson Tadem, menangkap sinyal positif dari pertemuan akbar ini. Bagi Djufrie, melihat para tetua adat, pemuda, dan tokoh masyarakat Dayak berkumpul bersama Presiden MADN Dr. Drs. Marthin Billa, MM., memberikan rasa optimisme baru bagi masa depan Kaltara yang inklusif.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang membuka acara tersebut, mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya. Sebagai Anggota Dewan Kehormatan MADN, Gubernur memahami betul bahwa DAD Kaltara adalah mitra strategis pemerintah. Ketika organisasi adat ini sehat dan berjalan beriringan dengan pemerintah, maka harmoni sosial di Kalimantan Utara akan tetap terjaga dengan baik.

Suksesi kepemimpinan yang menjadi agenda utama Mubes Luar Biasa ini berjalan penuh kedamaian. Tidak ada perdebatan yang merusak silaturahmi; yang ada justru dialog hangat penuh rasa hormat. Pergantian pemimpin karena ada pengurus yang mundur disikapi secara dewasa, menjadikannya sebuah contoh cemerlang tentang bagaimana hukum adat mampu menyelesaikan urusan organisasi dengan elegan.

Menyaksikan kedewasaan politik adat tersebut, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie mengaku sangat bangga. Ia menilai suasana guyub yang tercipta dalam ruangan mubes adalah cerminan asli dari karakter masyarakat Kalimantan Utara yang cinta damai. Kebersamaan ini diharapkan tidak berhenti setelah ketukan palu sidang berakhir, melainkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

“Mubes ini adalah satu musyawarah luar biasa, dan itu hal yang biasa dalam setiap organisasi. Kegiatan ini merupakan proses memilih pemimpin pengganti karena ada yang mundur dan ada pengganti. Saya melihat pelaksanaannya berjalan secara kompak dan baik,” ungkap Achmad Djufrie dengan raut wajah penuh kepuasan.

Lebih jauh, Djufrie menegaskan dukungannya secara kelembagaan maupun pribadi terhadap kepengurusan yang akan lahir dari Mubes Luar Biasa ini. Menurutnya, sebuah keputusan yang diambil dengan cara-cara yang baik dan terhormat pasti akan menghasilkan kepemimpinan yang berkah dan diterima oleh semua golongan masyarakat tanpa terkecuali.

“Saya setuju sekali, ini adalah satu momen acara adat yang pergantiannya sangat kondusif dan sangat bagus, sehingga bisa diterima oleh semua pihak. Saya mendukung dan setuju atas apa yang dilakukan dalam Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara ini,” pungkas Achmad Djufrie menyampaikan testimoni positifnya. (*/Hmsdprd/adv)

Bagikan:
Berita Terkait