Buka Benuanta Economic Forum 2026, Wagub Kaltara Ajak Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Rabu, 5 Agustus 2026 05:30 WITA

TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Benuanta Economic Forum (BEF) 2026 di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (4/8/2026).

Forum yang mempertemukan unsur pemerintah, Bank Indonesia (BI), pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat itu menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi Kalimantan Utara sekaligus menjawab berbagai tantangan ekonomi nasional maupun internasional.

Pembukaan BEF 2026 ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Wakil Gubernur Ingkong Ala bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan website Siap SiGapKU, platform informasi Neraca Pangan Kalimantan Utara yang diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya, Ingkong menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara yang secara konsisten menyusun dan mempublikasikan laporan perekonomian daerah. Menurutnya, laporan tersebut menjadi referensi yang kredibel dan komprehensif dalam mendukung penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Agus Taufik atas amanah barunya sebagai Kepala Perwakilan BI Kaltara, seraya berharap sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Bank Indonesia semakin kuat.

“Kami menyambut hangat kehadiran Bapak di Bumi Benuanta. Semoga kita terus bergandengan tangan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, dan memajukan daerah yang kita cintai ini,” ujar Ingkong.

Dalam paparannya, Ingkong mengungkapkan bahwa dinamika global, mulai dari perang tarif perdagangan, terganggunya rantai pasok internasional, hingga ketidakpastian geopolitik, memberikan dampak terhadap perekonomian nasional maupun daerah. Meski demikian, ia optimistis Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh berkat posisi strategisnya sebagai provinsi perbatasan sekaligus gerbang ekonomi Indonesia di kawasan utara.

Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan melalui percepatan hilirisasi sektor unggulan, pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan energi hijau, serta pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing.

Sebagai bentuk komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas, penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), percepatan pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning–Mangkupadi, serta memperluas kerja sama regional dan internasional guna menarik investasi yang produktif.

Ingkong menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Benuanta Economic Forum diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, dan melahirkan berbagai rekomendasi strategis bagi pembangunan ekonomi Kalimantan Utara.

Di akhir sambutannya, ia berharap laporan perekonomian Kalimantan Utara yang diseminasi dalam forum tersebut dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan website Siap SiGapKU juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi melalui pemantauan neraca pangan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

“Mari kita bersinergi membangun Kalimantan Utara agar semakin maju, makmur, berdaya saing, dan terus tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui Benuanta Economic Forum 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah tantangan global, sekaligus menjadikan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan. (*)

Bagikan:
Berita Terkait