Gubernur Kaltara Tawarkan Peluang Investasi ke Timur Tengah, Bidik Penguatan Ekonomi dan Pendapatan Daerah

Jumat, 26 Juni 2026 08:05 WITA

JAKARTA, tanjungselor.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperluas diplomasi ekonomi guna mendorong masuknya investasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kapasitas fiskal daerah.

Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat menghadiri Friendship Gathering atas undangan Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Kedutaan Besar Seychelles, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Forum internasional tersebut menjadi panggung strategis bagi Kaltara untuk memperkenalkan potensi investasi kepada para diplomat dan perwakilan negara-negara Timur Tengah. Selain mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin dengan Republik Seychelles, pertemuan itu dimanfaatkan untuk membuka akses kerja sama ekonomi dengan negara-negara yang dikenal memiliki kekuatan modal investasi global.

Delegasi yang hadir berasal dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Kuwait, Lebanon, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Suriah, dan Yaman.

Di hadapan para delegasi, Gubernur Zainal memaparkan berbagai sektor unggulan yang memiliki prospek investasi tinggi di Kalimantan Utara. Mulai dari pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, pengembangan kawasan industri, hilirisasi, energi, hingga pembangunan kawasan strategis yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.

“Kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Di hadapan para duta besar negara-negara Timur Tengah, kami memaparkan secara langsung berbagai peluang investasi yang dimiliki Kalimantan Utara,” ujar Zainal.

Menurutnya, promosi investasi di tingkat internasional merupakan langkah penting untuk memperluas jaringan kerja sama sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Bumi Benuanta.

Masuknya investasi baru diyakini tidak hanya mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dan sektor industri, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat penerimaan daerah melalui pajak dan retribusi yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Hubungan dengan Seychelles sudah berjalan baik. Momentum ini kami manfaatkan untuk memperluas jejaring dengan negara-negara sahabat agar mereka melihat Kalimantan Utara sebagai mitra investasi yang strategis dan memiliki prospek jangka panjang,” tambahnya.

Kaltara sendiri dinilai memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang ekonomi baru di kawasan utara Indonesia. Keberadaan kawasan industri, sumber daya alam yang melimpah, serta pembangunan berbagai proyek strategis nasional menjadi modal utama dalam menarik investasi dari luar negeri.

Pemerintah daerah pun terus berupaya membangun iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha.

Melalui diplomasi ekonomi yang terus diperluas, Pemprov Kaltara berharap kerja sama dengan Seychelles maupun negara-negara Timur Tengah dapat berkembang menjadi investasi konkret di berbagai sektor prioritas. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi daerah, meningkatkan daya saing Kaltara di tingkat internasional, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. (*)

Bagikan:
Berita Terkait