MALINAU, tanjungselor.id – Di balik setiap aksi penyelamatan, setetes darah yang didonorkan, hingga uluran tangan bagi korban bencana, terdapat semangat kemanusiaan yang terus dijaga oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Semangat inilah yang menjadi ruh pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ke-II PMI Kabupaten Malinau, yang resmi dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau di Ruang Rapat Intulun, Kantor Bupati Malinau, Selasa (7/7/2026).
Muskab dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Malinau, Francis, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H. Forum ini menjadi momentum penting bagi PMI untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun arah kebijakan, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan mengemban amanah kemanusiaan lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Francis menegaskan bahwa keberadaan PMI bukan sekadar organisasi sosial, tetapi mitra strategis pemerintah yang memiliki peran vital dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Ketika bencana datang, ketika masyarakat membutuhkan darah, hingga saat pelayanan kesehatan diperlukan, PMI selalu hadir dengan semangat sukarela tanpa membedakan latar belakang siapa pun yang ditolong.
“Pemerintah Kabupaten Malinau memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, relawan, serta keluarga besar PMI yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Pengabdian tersebut menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat,” ujar Francis.
Ia menambahkan, dedikasi para relawan PMI tidak hanya terlihat dalam situasi darurat, tetapi juga melalui berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan. Mulai dari pelayanan donor darah, edukasi kesehatan, kesiapsiagaan bencana, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), hingga berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“PMI selalu berada di garis depan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dedikasi dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan para pengurus serta relawan merupakan aset yang sangat berharga bagi Kabupaten Malinau,” tegasnya.
Menurut Francis, tantangan kemanusiaan ke depan akan semakin kompleks. Perubahan iklim, potensi bencana, hingga persoalan sosial dan kesehatan masyarakat membutuhkan organisasi yang semakin tangguh, profesional, adaptif, dan mampu bergerak cepat. Karena itu, PMI harus terus memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap Muskab Ke-II PMI tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat kualitas pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Malinau.
Francis juga mengajak seluruh peserta Muskab untuk menjadikan forum tersebut sebagai wadah musyawarah yang menjunjung tinggi demokrasi, keterbukaan, persatuan, dan semangat kekeluargaan. Menurutnya, kepemimpinan yang lahir melalui proses musyawarah yang sehat akan menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang semakin dipercaya masyarakat.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin PMI Kabupaten Malinau diharapkan mampu membawa organisasi ini semakin profesional, mandiri, inovatif, dan responsif terhadap setiap persoalan kemanusiaan. Yang terpenting, PMI harus tetap menjadi rumah bagi para relawan yang mengabdi dengan hati dan menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tuturnya.
Musyawarah Kabupaten Ke-II PMI Kabupaten Malinau sendiri merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten yang membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih kepengurusan baru untuk periode berikutnya.
Melalui Muskab ini, diharapkan lahir kepemimpinan yang mampu memperkuat eksistensi PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang profesional, berintegritas, dan semakin dicintai masyarakat. Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, Muskab menjadi tonggak untuk memperkokoh semangat solidaritas, gotong royong, dan pengabdian tanpa pamrih demi mewujudkan masyarakat Malinau yang tangguh, peduli, dan saling menguatkan dalam setiap situasi. (*)





