Khidmah untuk Jam’iyah, Dua Kader Terbaik Siap Mengemban Amanah pada Konfercab PCNU Kabupaten Tana Tidung

Selasa, 7 Juli 2026 05:29 WITA

TANA TIDUNG, tanjungselor.id – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tana Tidung bukan sekadar forum memilih pemimpin baru. Lebih dari itu, Konfercab merupakan ikhtiar jam’iyah dalam melanjutkan estafet perjuangan para masyayikh dan ulama, merawat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan daerah.

Setelah sukses menyelenggarakan Konfercab PCNU Bulungan pada 4–5 Juli 2026, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Utara kini bersiap memimpin Konfercab PCNU Kabupaten Tana Tidung yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Ketua PWNU Kalimantan Utara, H. Alwan Saputra, S.Pi., M.M., menyampaikan bahwa Konfercab merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai syura, ukhuwah, tawadhu’, dan keikhlasan.

Sebelumnya, Konfercab PCNU Bulungan telah berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Forum tersebut kembali memberikan amanah kepada Ustadz Sa’idul Khudri sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bulungan periode 2026–2031, sementara Ustadz Ahmad Imanuddin, S.Pd.I. kembali dipercaya sebagai Rais Syuriyah.

“Kedua beliau merupakan pengurus periode sebelumnya dan kembali dipercaya memimpin PCNU Bulungan untuk periode 2026–2031,” ujar Alwan.

Semangat kebersamaan yang tercermin dalam Konfercab Bulungan diharapkan menjadi teladan bagi pelaksanaan Konfercab PCNU Kabupaten Tana Tidung, sehingga seluruh proses berjalan dengan penuh keberkahan, mengedepankan musyawarah, dan menjaga persatuan warga nahdliyin.

Menjelang pelaksanaan konferensi, dua kader terbaik Nahdlatul Ulama telah menyatakan kesiapannya untuk menerima amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tana Tidung periode 2026–2031. Mereka adalah H. Said Agil, S.T., M.T. dan Ustadz Irwan Arsyad, S.Pd.I., M.T.

Keduanya merupakan putra terbaik Nahdlatul Ulama yang selama ini dikenal aktif mengabdi di tengah masyarakat. Kesediaan mereka maju bukan semata-mata untuk meraih kedudukan, melainkan sebagai wujud kesiapan berkhidmah, melanjutkan perjuangan para ulama, serta menguatkan peran NU sebagai pelayan umat (khadimul ummah).

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, jabatan dipandang sebagai amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan sekadar kehormatan. Karena itu, perbedaan pilihan dalam Konfercab hendaknya menjadi rahmat yang memperkaya musyawarah, bukan menjadi alasan lahirnya perpecahan.

PWNU Kalimantan Utara menegaskan bahwa seluruh tahapan Konfercab akan dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama serta Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

“PWNU akan memimpin seluruh tahapan persidangan sesuai aturan organisasi yang berlaku agar proses berjalan tertib, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan terbaik,” tegas Alwan.

Ia mengajak seluruh peserta Konfercab, para pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), badan otonom, serta seluruh warga nahdliyin untuk mengedepankan akhlakul karimah, menjaga adab dalam bermusyawarah, dan menerima hasil konferensi dengan jiwa besar sebagai bagian dari ikhtiar bersama mencari pemimpin terbaik bagi jam’iyah.

“Siapa pun yang nantinya menerima amanah sebagai Ketua Tanfidziyah, dialah kader terbaik yang dipilih melalui mekanisme organisasi. Tugas seluruh warga nahdliyin adalah menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan bersama-sama mengawal program khidmah demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Konfercab PCNU Kabupaten Tana Tidung diharapkan menjadi momentum memperkokoh nilai tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), i’tidal (tegak lurus), dan tawassuth (moderat) sebagai karakter perjuangan Nahdlatul Ulama. Dari forum inilah diharapkan lahir kepemimpinan yang amanah, berilmu, bijaksana, serta mampu merangkul seluruh elemen jam’iyah untuk melanjutkan cita-cita para muassis dan masyayikh NU.

Dengan semangat khidmah laa li al-manshib—mengabdi, bukan mencari jabatan—Konfercab diharapkan menjadi ruang lahirnya keputusan yang membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama, mempererat persaudaraan warga nahdliyin, dan memperkuat kontribusi PCNU Kabupaten Tana Tidung dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berkemajuan. (*)

Bagikan:
Berita Terkait